Kondisi ini mencerminkan tekanan yang tengah dialami industri perangkat gaming, khususnya akibat meningkatnya harga komponen memori dan penyimpanan.
Ayaneo sendiri bukan nama asing di Indonesia. Beberapa tahun lalu, brand ini sempat memasarkan sejumlah handheld gaming ke pasar Tanah Air, menyasar pengguna yang menginginkan perangkat gaming portabel berbasis PC.
Dikutip dari situs GizmoChina, melalui Discord resmi Ayaneo menjelaskan bahwa beberapa perangkat akan dihentikan produksinya.
Salah satunya adalah Pocket Vert yang saat ini stoknya mulai menipis dan tidak akan diproduksi ulang setelah habis. Situasi serupa juga terjadi pada Pocket S Mini, meski perangkat ini tergolong baru karena dirilis awal tahun 2026.
Produksi Pocket S Mini bahkan telah dihentikan lebih cepat, sehingga unit yang tersisa menjadi batch terakhir yang tersedia di pasar.cSelain itu, unit kompensasi Pocket Air Mini yang sebelumnya diberikan kepada pengguna juga akan berhenti tersedia setelah 1 April 2026.
Untuk model Pocket DS, Ayaneo hanya membuka sekitar 200 unit pre-order tambahan dengan jadwal pengiriman pada pertengahan April. Namun, perusahaan tidak memberikan kepastian apakah akan ada produksi lanjutan setelah batch tersebut, sehingga ketersediaannya kemungkinan sangat terbatas.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi Ayaneo kini lebih selektif dalam menjaga produksi perangkat, terutama untuk model dengan permintaan yang tidak stabil.
Di bawah lini Konkr, situasinya sedikit berbeda. Model seperti Pocket Fit Gen 3 dan Pocket Fit 8 Elite masih akan dipasarkan, namun dengan sejumlah penyesuaian.
Varian Snapdragon 8 Elite yang sebelumnya sempat tertunda kini mulai dikirim ke konsumen. Setelah pesanan awal terpenuhi, Ayaneo berencana merilis ulang perangkat ini secara bertahap.
Sebaliknya, varian dengan Snapdragon 8 Gen 3 sudah tidak lagi tersedia di toko resmi, menandakan penghentian penjualan untuk model tersebut.
Sementara itu, Konkr Fit yang berbasis Windows masih membuka pre-order. Awalnya direncanakan sebagai produk terbatas, namun kini produksi akan disesuaikan dengan permintaan pasar.
Ayaneo juga mengindikasikan adanya kenaikan harga untuk beberapa model ke depan, meski belum merinci angka pastinya. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan biaya komponen seperti DRAM dan storage yang saat ini mengalami tekanan global.
Kondisi ini membuat produsen harus menyesuaikan strategi, baik dengan menaikkan harga maupun menghentikan produksi untuk model tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)





