Mobil Huawei Menabrak Balita karena Tidak Mengurangi Kecepatan, Netizen yang Membagikan Video Dipaksa Menulis Surat Pernyataan

erabaru.net
15 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Kecelakaan mobil listrik Huawei yang menabrak orang dilaporkan sering terjadi. Baru-baru ini, sebuah mobil listrik Huawei menabrak seorang balita berusia 2 tahun di area perkotaan tanpa mengurangi kecepatan. Kondisi anak tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang disebut-sebut menutup informasi. Seorang netizen yang membagikan video insiden itu dilaporkan diancam polisi serta dipaksa menulis surat pernyataan.

Menurut laporan media daratan Tiongkok. Xin Huanghe, sebuah video dashcam tertanggal 9 Maret 2026 menarik perhatian publik. Setelah diverifikasi, kejadian berlangsung di Distrik Qianjiang, Kota Chongqing. Saat itu, sebuah kendaraan “HarmonyOS Intelligent Driving” (Hongmeng Zhixing) dalam mode bantuan berkendara NCA menabrak seorang balita yang menyeberang jalan.

Rekonstruksi frame demi frame dari beberapa detik penting menunjukkan bahwa sistem penghindaran aktif tidak berfungsi. Lokasi kejadian merupakan jalan nasional yang melintasi kota dengan banyak toko dan lalu lintas campuran antara kendaraan dan pejalan kaki.

Data menunjukkan bahwa pada pukul 13:46:06–08, kendaraan berada dalam mode NCA dan kecepatannya meningkat dari 24 km/jam menjadi 31 km/jam, saat itu anak belum terlihat di kamera.

Pada pukul 13:46:10, balita tersebut melangkah dari trotoar ke jalur kendaraan, diikuti seorang dewasa di belakangnya. Dalam dua detik, anak itu bergerak ke tengah jalan. Kecepatan kendaraan sempat mencapai 32 km/jam sebelum turun menjadi 28 km/jam. Saat tabrakan terjadi, indikator rem dan pedal gas tidak menyala (menandakan tidak diinjak). Meskipun ada kemungkinan jeda pada watermark video, tidak terlihat adanya pengereman aktif baik dari pengemudi maupun sistem pada saat kritis.

Setelah tabrakan, balita masuk ke area titik buta di depan kendaraan. Ikon NCA masih aktif hingga sekitar pukul 13:46:13. Kemudian bagian depan mobil bergerak naik dan badan kendaraan bergetar, dan pada detik ke-14 kendaraan akhirnya berhenti total. Setelah berhenti, pengemudi membuka sabuk pengaman dan memindahkan transmisi ke posisi parkir. Warga sekitar dan pemilik toko segera datang ke lokasi.

(Tangkapan layar dari internet)

Menurut laporan, para pedagang di sekitar lokasi mengkonfirmasi kejadian tersebut benar terjadi pada 9 Maret. Anak yang tertabrak adalah anak dari pedagang setempat, dan setelah kejadian mengalami pendarahan dari hidung dan mulut. Saksi mata mengatakan kecepatan kendaraan tidak tinggi, sesuai dengan rekaman sekitar 31 km/jam.

(Tangkapan layar dari internet)

Menanggapi insiden ini, layanan pelanggan “Hongmeng Zhixing” menyatakan bahwa kondisi anak “tidak serius” dan setelah komunikasi dengan pemilik kendaraan “tidak ditemukan masalah”, serta mengklaim bahwa “insiden ini bukan disebabkan oleh kendaraan”, namun tanpa memberikan bukti rinci.

Seorang pelaku industri yang dikutip media menyatakan bahwa sistem tersebut selama ini dipromosikan memiliki kemampuan penghindaran aktif, namun dalam kasus pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang pada kecepatan rendah, sistem tidak bereaksi. Penilaian cepat dari pihak layanan pelanggan tanpa investigasi mendalam juga menimbulkan keraguan publik terhadap kesesuaian antara promosi teknologi dan penentuan tanggung jawab.

Huawei sebelumnya kerap mempromosikan keamanan sistem berkendara pintarnya. Pada November 2025, mereka merilis video penghindaran kecelakaan dalam situasi “kemunculan mendadak”, mengklaim “perlindungan keselamatan di semua skenario”. 

Laporan tahunan menyebutkan sistem tersebut telah mencegah lebih dari 3 juta potensi tabrakan, dengan slogan “keselamatan adalah kemewahan terbesar”, serta mengklaim NCA dapat merespons kondisi jalan kompleks dalam hitungan detik.

Beberapa netizen juga menyebutkan bahwa berdasarkan nomor rangka, kendaraan tersebut diduga adalah model AITO M8 tahun 2025.

Selain itu, seorang netizen dilaporkan dipanggil polisi setelah membagikan video kecelakaan tersebut, dan dipaksa menulis surat pernyataan yang berisi janji “tidak akan menyebarkan informasi negatif tentang Huawei”.

Komentar netizen menyebutkan bahwa selama proses, sistem NCA tetap aktif tanpa perlambatan hingga pengemudi mengerem. Bahkan saat tabrakan terjadi, kecepatan tidak berkurang dan sistem tetap aktif, yang menunjukkan bahwa sistem tidak mendeteksi keberadaan anak tersebut maupun melakukan pengereman.

Disebutkan pula bahwa jika tidak ada pengereman dari pengemudi, kendaraan kemungkinan akan terus melaju dan melindas korban.

Kecelakaan serupa yang melibatkan mobil listrik Huawei dilaporkan telah terjadi beberapa kali. Pada Januari tahun ini di Changsha, sebuah mobil listrik Huawei menabrak petugas kebersihan, meski korban hanya mengalami luka ringan.

Pada November 2025, model AITO M7 dalam mode “smart driving” menabrak seorang lansia yang menyeberang jalan hingga tewas di tempat.

Sebelumnya, Huawei pernah mempromosikan bahwa “mengemudi pintar memungkinkan pengemudi tidur saat berkendara” atau “mengemudi dalam keadaan mabuk tidak memerlukan sopir pengganti”, bahkan mengklaim bahwa “sangat sulit untuk mengalami kecelakaan”.

Dilaporkan oleh Li Li / Diedit oleh Xu Gengwen


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Penghormatan Terakhir Menhan Sjafrie untuk Juwono Sudarsono
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Sampah Menggunung di Pasar Kramat Jati, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Bulog Pastikan Stok Pangan Terjaga Meski Ada Gejolak Timteng hingga Godzilla El Nino
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Era Gus Dur dan SBY
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik Timteng, Fokus Garap Pasar Asia & Indonesia
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.