EtIndonesia. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menggelar sidang dengar pendapat pada Kamis (26 Maret), yang berfokus pada dugaan infiltrasi jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke berbagai kampus di AS. Isu yang dibahas meliputi pengawasan terhadap mahasiswa, pencurian hasil teknologi, hingga ancaman terhadap keamanan nasional AS. Sejumlah saksi menyatakan bahwa PKT menjadikan kampus sebagai “medan perang” untuk melawan Amerika Serikat. Beberapa universitas menyatakan telah mengambil langkah penanganan.
“Musim gugur tahun ini, Federal Bureau of Investigation (FBI) memberi tahu saya bahwa saya diawasi secara langsung oleh agen PKT di kampus Stanford, dan keluarga saya juga diawasi,” ujar pemimpin redaksi Stanford Review, Elsa Johnson.
pemimpin redaksi Stanford Review, Elsa Johnson (Tangkapan layar NTD)Mahasiswi sekaligus jurnalis di Stanford University tersebut menyebut bahwa setelah ia menerbitkan laporan yang mengungkap pengaruh PKT, dirinya menerima ancaman yang terus meningkat.
Elsa Johnson: “Saya mulai menerima telepon ancaman. Penelpon beralih ke bahasa Mandarin, dan dalam salah satu panggilan mereka menyebut ibu saya.
“Saya juga menerima email penipuan bernada ancaman yang mencoba membujuk saya untuk menghapus laporan tersebut.”
Ia juga menambahkan bahwa kelompok mahasiswa berlatar belakang PKT memberikan tekanan dan melakukan pengawasan terhadap mahasiswa Tiongkok di kampus.
“Asosiasi Mahasiswa dan Cendekiawan Tiongkok dimanfaatkan untuk memantau sesama mahasiswa dan melaporkan kepada PKT. Ini membuat banyak mahasiswa Tiongkok berada dalam situasi yang tidak aman,” katanya.
“Jika mereka tidak bekerja sama, keluarga mereka sering kali akan diancam,” tambahnya.
Juru bicara Stanford University mengkonfirmasi kepada NTD bahwa pihak kampus menangani ancaman ini dengan serius dan bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum untuk melindungi keamanan mahasiswa dan penelitian.
Pihak universitas menyatakan bahwa insiden semacam ini bukan kasus terisolasi. Di University of Michigan, dua warga negara Tiongkok menghadapi dakwaan karena diduga menyelundupkan bahan biologis ilegal ke Amerika Serikat.
“Kami segera mengambil tindakan tegas dengan bekerja sama dengan aparat penegak hukum federal, mencabut visa kerja dan studi mereka, serta memutus semua hubungan dengan mereka,” kata Presiden University of Michigan, Domenico Grasso.
Selain itu, seorang mantan peneliti di University of Florida didakwa atas kasus penipuan, karena diduga secara diam-diam menyalurkan hasil penelitian yang didanai pembayar pajak kepada PKT. Beberapa individu lain di universitas tersebut juga ditandai karena tidak mengungkap hubungan mereka dengan PKT.
Seorang pejabat senior universitas, Cassandra Farley, mengatakan: “Kami memang mengalami beberapa kasus pelanggaran kepercayaan yang serius. Kami berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya, dan individu-individu tersebut sudah tidak lagi bekerja di universitas kami.”
Kongres AS telah mengesahkan undang-undang untuk meningkatkan transparansi pendanaan asing. Namun para anggota parlemen memperingatkan bahwa ancaman ini masih terus berlanjut dan terus berkembang.
Dilaporkan oleh jurnalis NTD, Jack Bradley dari Washington, DC.





