Niat Investasi Pakai THR, Ujungnya Boncos? Ini Penyebabnya-Edukasi Ekonomi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Momentum Lebaran kerap menjadi waktu yang dinantikan, salah satunya karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Tidak sedikit anak muda yang berencana memanfaatkan dana tersebut untuk mulai berinvestasi. Namun dalam praktiknya, rencana tersebut sering kali tidak berjalan sesuai harapan.

Alih-alih menjadi aset, dana THR justru habis tanpa arah yang jelas. Kondisi ini umumnya dipicu oleh sejumlah kesalahan mendasar dalam memahami konsep investasi.
 

Baca Juga :

67 Perusahaan di DIY Dilaporkan Belum Bayar THR
  Investasi Sekadar Ikut Tren Salah satu penyebab utama kegagalan investasi adalah kebiasaan mengikuti tren tanpa pemahaman yang cukup. Banyak orang tergoda membeli saham atau aset kripto hanya karena rekomendasi teman atau influencer, tanpa mengetahui risiko di baliknya.

Padahal, setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Tanpa pengetahuan yang memadai, keputusan investasi cenderung bersifat spekulatif dan berisiko merugikan. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak adanya tujuan investasi yang spesifik. Investasi seharusnya dilakukan dengan target yang jelas, seperti membangun dana darurat, mempersiapkan uang muka rumah, atau tujuan keuangan jangka panjang lainnya.

Tanpa arah yang jelas, investasi menjadi tidak terukur dan mudah terganggu oleh kebutuhan konsumtif. Mental Ingin Cepat Kaya Banyak investor pemula memiliki ekspektasi yang tidak realistis, yaitu ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Ketika nilai investasi turun sedikit, muncul kepanikan. Sebaliknya, saat harga naik, aset justru cepat dijual tanpa perhitungan matang.

Padahal, investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Strategi Mengelola THR agar Menjadi Aset Agar dana THR tidak habis begitu saja, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan. Pertama, alokasikan sebagian dana, misalnya minimal 20 persen, khusus untuk investasi.

Selain itu, pastikan kebutuhan dasar seperti dana darurat sudah terpenuhi sebelum mulai berinvestasi. Pemilihan instrumen juga perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu.

Yang tidak kalah penting, konsistensi dalam berinvestasi harus dijaga, serta menghindari keputusan impulsif akibat tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).
 

Baca Juga :

THR Habis Setelah Lebaran? Ini Cara Cepat Mengatur Keuangan Kembali-Edukasi Ekonomi
  Investasi Bukan Sekadar Gaya Hidup Pada akhirnya, investasi bukan sekadar tren atau gaya hidup untuk terlihat “melek finansial”. Lebih dari itu, investasi merupakan cara untuk membangun masa depan dengan menjadikan uang bekerja secara optimal.

Dengan pemahaman yang tepat, dana THR tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam membangun aset jangka panjang.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasi Siaga Lebaran 2026, Bea Cukai dan Polri Bongkar Dua Upaya Penyelundupan Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Salut dengan Kemenangan 4-0 Atas St. Kitts and Nevis, Ronny Pangemanan: Ujian Sesungguhnya adalah Bulgaria
• 4 jam lalubola.com
thumb
Kelola Tambang Ilegal dari 2017, Samin Tan Sogok Pengawas
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hendropriyono Melayat ke Rumah Duka Juwono: Dia Sipil, tapi Jiwanya Militan
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Video: Tambah Skill Korban PHK, Kemnaker Buka BLK dan Bagi Info Loker
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.