Markas United States Central Command sebelumnya menerima ancaman terkait alat peledak. Kini, kasus tersebut mengalami perkembangan baru. Tiga tersangka telah didakwa, termasuk sepasang kakak beradik keturunan Tionghoa.
EtIndonesia. Kantor jaksa di Distrik Tengah Florida pada Kamis (26 Maret) mengumumkan telah mendakwa seorang pria berusia 20 tahun yang tinggal di Land O’Lakes, Alen Zheng. Ia diduga menempatkan alat peledak rakitan (IED) di MacDill Air Force Base yang terletak di Tampa, dan saat ini telah melarikan diri ke Tiongkok.
Alen Zheng didakwa atas percobaan merusak properti pemerintah melalui pembakaran atau peledakan, pembuatan ilegal, serta kepemilikan alat peledak yang tidak terdaftar. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara antara 5 hingga 40 tahun.
Kakak perempuannya, Zheng An, didakwa sebagai pihak yang membantu setelah kejadian serta melakukan perusakan barang bukti, dengan ancaman hukuman maksimal 30 tahun penjara.
Kantor jaksa di Distrik Tengah Florida (Tangkapan layar)Menurut pihak berwenang, kakak beradik warga Amerika keturunan Tionghoa ini melarikan diri ke Tiongkok dua hari setelah kejadian. Zheng An ditangkap setelah kembali ke AS melalui bandara Detroit pada 17 Maret. Sementara itu, jaksa masih berupaya menangkap Alen Zheng.
Ibu mereka mengatakan kepada penyelidik bahwa putranya mengakui keterlibatan dalam rencana tersebut.
Berdasarkan dakwaan, pada 10 Maret malam, Alen Zheng mencoba meledakkan sebuah alat peledak rakitan di pusat pengunjung di MacDill Air Force Base, namun tidak berhasil. Aparat penegak hukum menemukan alat tersebut di luar pusat pengunjung pada 16 Maret.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkap motif pelaku maupun kemungkinan keterkaitan dengan Partai Komunis Tiongkok. Penyelidikan masih berlangsung.
Tersangka ketiga dalam kasus ini, Jonathan James Elder, ditangkap karena diduga menelepon pangkalan tersebut dengan ancaman setelah alat ditemukan. Ia menghadapi ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara dirinya dengan kakak beradik Zheng tersebut.
Dilaporkan oleh jurnalis NTD, Guo Yuexi dari Amerika Serikat.





