CFD Perdana Setelah Lebaran, Warga Kembali Penuhi Bundaran HI

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pagi baru saja menjejak pukul enam ketika denyut kota kembali terasa di jantung Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (29/3). Setelah jeda panjang selama Ramadan dan riuh mudik Lebaran, Car Free Day (CFD) perdana kembali digelar.

Udara pagi yang masih menyisakan sejuk menyambut langkah-langkah kecil yang perlahan berubah menjadi derap lari, gowes, dan tawa keluarga yang kembali memenuhi ruas jalan Jakarta.

Di tengah bundaran HI, sebuah ornamen masjid dengan kubah putih dan lengkungan bernuansa oranye berdiri anggun, seakan menjadi penanda bahwa suasana Lebaran belum benar-benar usai.

Hiasan itu dikelilingi taman bunga yang rapi, menjadi latar bagi warga yang bergantian mengabadikan momen. Ada yang berfoto bersama keluarga, ada pula yang sekadar berhenti dan menatap.

Seperti pagi-pagi sebelumnya di CFD, jalanan berubah menjadi ruang bersama. Tak ada deru kendaraan, hanya langkah kaki dan putaran roda.

Sejumlah warga tampak berlari kecil, sebagian menggowes sepeda, sementara yang lain memilih berjalan santai bersama anak dan pasangan.

Di sisi trotoar, seorang pria paruh baya tampak duduk sejenak di samping sepedanya. Ia adalah Uus (46), perantau asal Kuningan yang telah lima tahun mengadu nasib di Jakarta. Peluh di dahinya belum kering, namun senyum lebarnya tak hilang.

"Alhamdulillah, ini ramai juga sih. Terus ramai, terus keduanya teman-teman juga belum pada datang. Biasanya rame-rame," kata Uus saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (29/3).

Baginya, CFD bukan sekadar olahraga, tetapi juga ruang pertemuan. Setiap pekan, ia mengayuh sepeda dari Keramat Sentiong bersama komunitasnya. Namun pagi itu, ia datang sendirian, menikmati ritme kota yang baru bangkit.

"Kalau puasa sih enggak juga. Selama Ramadan vakum. Ini baru mulai lagi," ujarnya.

Uus bercerita, ia baru saja kembali dari kampung halaman setelah dua minggu mudik. Di Jakarta, ia bekerja di bengkel sepeda yang juga menjadi tempat ia juga tinggal sehari-hari. "Kerja saya bengkel sepeda," ucap dia.

Dari sana, ia mengumpulkan penghasilan untuk keluarga di kampung, yang rutin ia kirimi setiap bulan. CFD baginya adalah jeda kecil di antara kerasnya hidup kota.

"Oh kalau ini sih kalau kita sih ke Jakarta tuh ya biasalah nafkahin keluarga gitu. Kalau di kampung kan jadi agak berkurang lah pendapatannya. Kalau di sini sih alhamdulillah lah ada aja gitu," terang dia.

Tak jauh dari tempat Uus beristirahat, seorang pemuda berperawakan atletis tampak melakukan pemanasan. Agung (21), warga Cideng, memilih tetap di Jakarta selama Lebaran.

"Ya bagus sih kan selama puasa tuh jarang CFD, jarang olahraga pagi. Paling ya olahraga sore jelang buka," kata Agung.

Baginya, CFD perdana ini seperti garis awal untuk kembali ke ritme lama yang sempat terhenti. Ia mengaku tak selalu rutin, namun cukup sering menjadikan jalanan ini sebagai lintasan larinya.

"Ya perdana aja sih kayak mulai dari kembali kayak sebelum puasa," ucap dia.

Seiring waktu bergerak menuju pukul tujuh, jumlah warga semakin bertambah. Jalanan yang tadi sedikit lengang kini mulai dipenuhi langkah-langkah yang lebih rapat. Tawa anak-anak, deru sepeda, dan napas para pelari berpadu menjadi satu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak 29 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Penangkapan Mantan PM Nepal K. P. Sharma Oli Picu Ketegangan Politik Usai Kasus Kematian Demonstran
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Bedah Kekuatan Bulgaria, Alumni Piala Dunia yang Jadi Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Polri: 15% Kendaraan Belum Balik ke Jakarta, One Way Nasional Masih Opsional
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Penjelasan Taspen soal Isu Kenaikan Gaji Pensiun PNS dan Rapel Baru di 2026, Waspada Info Menyesatkan
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.