Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Banten
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melakukan peninjauan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Di mana, peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pemudik dapat kembali ke daerah tujuannya dengan keadaan aman, tertib, dan lancar.
Pada kesempatan tersebut, ia menuturkan jika puncak arus balik gelombang kedua telah terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026 hingga Sabtu, 28 Maret 2026.
“(Saya) mengunjungi Bakauheni untuk memastikan perkembangan terakhir terkait dengan puncak arus balik yang diperkirakan mulai dari malam sampai dengan hari ini, dan kemungkinan akan kita ikuti terus sampai dengan malam nanti,” kata Jenderal Sigit.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan berdasarkan data Jasa Marga, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta tercatat mencapai 2.946.891 unit, atau meningkat 20,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta mencapai 2.561.629 unit, sehingga masih tersisa 385.262 kendaraan yang belum kembali.
“Sedangkan kendaraan yang masuk Jakarta sampai dengan per tadi pagi ada kurang lebih 2.561.629. Sehingga volume lalu lintas riil keluar Jakarta sejumlah 2.946.891 dan masuk Jakarta saat ini sudah 2.561.629, sehingga masih tersisa 385.262 atau 13,07 persen,” ujarnya.
Dari angka tersebut, ia menilai bahwa puncak arus balik secara umum telah terlewati. Meski demikian, pengamanan dan pengaturan lalu lintas tetap dilakukan secara maksimal hingga seluruh pemudik kembali ke rumah dengan selamat.
“Mudah-mudahan ini semua bisa terus kita jaga dan kita kelola sehingga seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik bisa menikmati perjalanannya dan sampai di rumah masing-masing dengan selamat,” ucapnya.
Ia juga menuturkan, jika pengelolaan arus di Pelabuhan Bakauheni juga dinilai berjalan optimal. Berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti delaying system, buffer zone, hingga pengaturan tiket, dinilai efektif dalam menjaga kondisi tetap normal.
“Skema untuk rekayasa sudah disiapkan, namun demikian dengan pengelolaan yang baik mulai dari delaying system, buffer zone, sampai dengan pengaturan terkait dengan pengecekan tiket, Alhamdulillah semuanya bisa terjaga untuk situasi tetap berada di situasi normal atau hijau,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik tahun ini, mulai dari petugas hingga masyarakat yang ikut menjaga kelancaran perjalanan.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan pada wilayah penyeberangan lain seperti Ketapang yang masih berpotensi mengalami lonjakan arus balik. Hal ini mengingat sekitar 51 persen pemudik di wilayah tersebut belum kembali.
Sementara itu, penguatan pengamanan juga dilakukan di Pelabuhan Merak sebagai pintu masuk utama dari Sumatera ke Jawa. Di mana, Polda Banten menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Hutapea mengatakan jika personel gabungan telah dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan Gerbang Tol Merak.
“Tiga skema rekayasa lalu lintas juga disiapkan, termasuk koordinasi penerapan sistem contraflow di ruas Tol Tangerang–Merak apabila diperlukan,” ungkapnya.
Kemudian, Polda Banten juga menyiapkan dan berkoordinasi dengan pihak Pengelola Jalan Tol Tangerang - Merak untuk menyiapkan contra flow apabila diperlukan.
Tak hanya itu, Polda Banten juga telah menyiapkan mobil Rider milik Direktorat Lalu Lintas Polda Banten saat terjadi penumpukan kendaraan yang akan memasuki Gerbang Tol maupun yang keluar dari Gerbang Tol Merak.
Ia juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat yang mudik akan memasuki pulau Jawa agar mengikuti rambu-rambu yang disampaikan oleh Petugas dari Polda Banten atau Petugas Lalu Lintas yang ada di lokasi, di jalan, agar masyarakat Pemudik dapat sampai di tempat tujuan dengan aman, selamat.
Editor: Redaktur TVRINews




