FAJAR, YERUSALEM—Iran dan kelompok Lebanon Hizbullah pada Sabtu malam melakukan serangan balasan serentak yang menargetkan wilayah selatan dan utara Israel.
Rudal terdeteksi dari Iran, dan sistem pertahanan udara berupaya mencegatnya, kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan.
Rudal Iran memicu sirene di wilayah Negev selatan Israel, yang juga mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Dimona, dan di pemukiman ilegal Israel di sekitar Jalur Gaza.
Bersamaan dengan rudal Iran, Hizbullah melancarkan serangan roket ke Israel utara.
Dikutip dari Anadolu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa sirene berbunyi di wilayah Galilea, Israel utara, selama serangan Hizbullah.
Rudal Iran yang menargetkan wilayah selatan, bersama dengan roket dan drone Hizbullah, dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, klaim media tersebut.
Iran tanpa henti menggempur Israel sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan gelombang serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (amr)





