DPRD Kota Bekasi Soroti Ketimpangan Wilayah di Tengah Pesatnya Pembangunan Kota Bekasi

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah pesatnya pembangunan dan citra sebagai kota modern di kawasan penyangga ibu kota, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti masih adanya ketimpangan wilayah yang belum terselesaikan.

Kondisi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi pemerintah daerah agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Sejumlah anggota DPRD mengungkapkan bahwa perkembangan infrastruktur, pusat bisnis, dan kawasan hunian modern memang menunjukkan kemajuan signifikan di beberapa titik Kota Bekasi.

BACA JUGA:Program Dana Hibah Rp100 Juta Disorot DPRD Kota Bekasi, Penerima Harus Tepat Sasaran!

Namun, di sisi lain, masih terdapat wilayah yang belum merasakan dampak pembangunan secara optimal.

DPRD mengungkapkan bahwa perkembangan infrastruktur, pusat bisnis, dan kawasan hunian modern memang menunjukkan kemajuan signifikan di beberapa titik Kota Bekasi.

BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Dorong Solusi Terpadu Atasi Banjir di Rawalumbu

Namun, di sisi lain, masih terdapat wilayah yang belum merasakan dampak pembangunan secara optimal.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, menyampaikan, ketimpangan ekonomi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR), meski kota ini berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta. 

“Bekasi ini unik. Ada kawasan seperti Summarecon dan Harapan Indah dengan harga rumah miliaran rupiah, tapi di sekitarnya masih ada wilayah yang kondisi ekonominya memprihatinkan,” ujar Abdul Muin dalam keterangannya, dikutip Minggu 22 Maret 2026.

Dalam pengamatan dan data yang Ia peroleh, sejumlah wilayah di Kota Bekasi perlu mendapat perhatian khusus, seperti Harapan Mulya, Kalibaru, hingga Medansatria.

BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Meminta Solusi Atasi Dampak Penutupan TPST Bantargebang

Di wilayah tersebut banyak ditemukan rumah dalam kondisi kurang layak. Ia menyampaikan, ini menjadi tugas Pemerintah Kota Bekasi untuk hadir dan menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Program Rutilahu harus diperhatikan serius. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat megah di satu sisi, sementara di sisi lain masih banyak warga tinggal dalam kondisi kurang layak,” tuturnya.

Ia berharap, Bekasi Keren, tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi benar-benar menjadikan pemerintahnya yang memperhatikan rakyatnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SPKLU PLN Catat Rekor Transaksi Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H
• 5 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Berlaku, Orangtua Jadi Kunci
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Seskab Teddy Beberkan Alasan Presiden Prabowo Gelar Pasar Rakyat Lebaran di Monas
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Siapkan 4 Program Utama Kampanye Antikorupsi selama 2026, Ini Daftarnya
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Pengasuh Tak Kembali usai Lebaran? Ini Cara Mencari Pengganti yang Tepat
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.