Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan persiapan penyelenggaraan Haji 2026 tetap berjalan lancar di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi. Insya Allah, keberangkatan pertama jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” kata Wamenhaj Dahnil dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Saat mengawali kunjungan kerja di Arab Saudi, pihaknya telah melakukan berbagai pengecekan langsung terhadap kesiapan operasional haji serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi.
Dia menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan optimal guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.
Baca juga: Menhaj: Persiapan operasional haji 2026 hampir rampung
Selain memastikan kesiapan teknis, Wamenhaj juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Kita berdoa kepada Allah SWT semoga penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman, bagi seluruh jamaah. Kami juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberikan kemudahan,” kata Wamenhaj Dahnil.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menekankan pentingnya ibadah haji sebagai simbol perdamaian dunia, terutama di tengah dinamika konflik global yang masih berlangsung.
“Kita berharap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji bisa berlangsung dengan aman. Haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan umat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” jelasnya.
Baca juga: Dubes Arab Saudi tegaskan haji 2026 aman di tengah krisis Timteng
Menurutnya, nilai-nilai universal dalam ibadah haji diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara yang tengah berkonflik untuk mengedepankan dialog dan perdamaian.
“Haji harus menjadi instrumen untuk menghadirkan perdamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia,” tambahnya.
Wamenhaj juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.
“Kita berdoa semoga berbagai upaya yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dialog antar pemimpin dunia dapat membawa perdamaian global,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Wamenhaj Dahnil kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan kelancaran penyelenggaraan Haji 2026.
Baca juga: Menhaj pastikan keberangkatan haji 2026 sesuai jadwal
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi. Insya Allah, keberangkatan pertama jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” kata Wamenhaj Dahnil dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Saat mengawali kunjungan kerja di Arab Saudi, pihaknya telah melakukan berbagai pengecekan langsung terhadap kesiapan operasional haji serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi.
Dia menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan optimal guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.
Baca juga: Menhaj: Persiapan operasional haji 2026 hampir rampung
Selain memastikan kesiapan teknis, Wamenhaj juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Kita berdoa kepada Allah SWT semoga penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman, bagi seluruh jamaah. Kami juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberikan kemudahan,” kata Wamenhaj Dahnil.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menekankan pentingnya ibadah haji sebagai simbol perdamaian dunia, terutama di tengah dinamika konflik global yang masih berlangsung.
“Kita berharap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji bisa berlangsung dengan aman. Haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan umat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” jelasnya.
Baca juga: Dubes Arab Saudi tegaskan haji 2026 aman di tengah krisis Timteng
Menurutnya, nilai-nilai universal dalam ibadah haji diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara yang tengah berkonflik untuk mengedepankan dialog dan perdamaian.
“Haji harus menjadi instrumen untuk menghadirkan perdamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia,” tambahnya.
Wamenhaj juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.
“Kita berdoa semoga berbagai upaya yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dialog antar pemimpin dunia dapat membawa perdamaian global,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Wamenhaj Dahnil kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan kelancaran penyelenggaraan Haji 2026.
Baca juga: Menhaj pastikan keberangkatan haji 2026 sesuai jadwal





