Jakarta: Perumda Pasar Jaya tengah melakukan langkah intensif untuk menormalisasi alur pembuangan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya ini dilakukan guna mengatasi penumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 6.970 ton atau setara dengan 410 truk tronton akibat kendala teknis armada pengangkutan sejak awal Maret lalu.
“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait (Dinas Lingkungan Hidup DKI) untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.
Baca Juga :
Gempa di Kolaka Sultra Akibat Aktivitas Sesar AktifTopik menjelaskan, dalam dua hari terakhir pihaknya telah mengerahkan total 33 truk tronton untuk melakukan pembersihan massal. Sebanyak 20 armada dikerahkan pada Jumat, disusul 13 armada tambahan pada Sabtu malam, 28 Maret 2026.
Selain pengangkutan, Pasar Jaya kini memberlakukan sistem penertiban dan penyaringan (screening) sampah untuk memastikan alur pembuangan tetap terkendali.
Sebagai solusi jangka pendek, Perumda Pasar Jaya tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit yang ditargetkan beroperasi pada akhir April 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat kemampuan pengangkutan internal tanpa sepenuhnya bergantung pada pihak luar.
Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Tak hanya itu, Pasar Jaya juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan di sumbernya. Saat ini, uji coba teknologi thermal hydrolysis serta sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) sedang disiapkan sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan.
"Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan," ujar Topik.




