Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Pemberlakuan sistem satu arah atau one way di ruas Tol Trans Jawa pada puncak akhir arus balik berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di jalur arteri Pantura Cirebon, Jawa Barat. Arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa terpantau padat merayap.
Kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa terjebak kemacetan panjang di jalur utama Pantura, tepatnya dari kawasan Tegalkarang hingga Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
Kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan rata-rata sekitar 10 kilometer per jam. Antrean kendaraan bahkan mengular hingga lima kilometer.
Berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus, hingga truk, memenuhi badan jalan. Kondisi semakin parah saat kendaraan saling mendahului, sehingga arus lalu lintas nyaris tidak bergerak.
Kepadatan ini terjadi akibat pemberlakuan sistem one way di ruas Tol Trans Jawa yang diprioritaskan untuk arus balik menuju arah Jakarta. Tingginya volume kendaraan pemudik serta adanya parkir liar di sekitar gerbang tol Tegalkarang dan Palimanan turut memperparah kemacetan.
“Kami telah menunggu selama kurang lebih 30 menit untuk bisa masuk ke tol. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan jalur tol ke arah Jawa akan kembali dibuka," ujar salah satu pemudik, Syahroni, dikutip Minggu, 29 Maret 2026.
Petugas kepolisian tampak berjaga dan berupaya mengurai kemacetan dengan menertibkan kendaraan serta mengimbau pengendara agar tidak parkir di badan jalan.
Arus lalu lintas menuju arah timur Jawa masih terpantau padat merayap. Kepadatan diperkirakan akan terus terjadi hingga pemberlakuan sistem satu arah di ruas tol berakhir.
Editor: Redaktur TVRINews





