JAKARTA, KOMPAS.TV - Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga Mohammad Ayub Mirdad menyebut sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump provokatif karena menyebut selat Hormuz sebagai selat Trump.
Menurut Ayub, pernyataan Trump tersebut sebagai retorika politik yang sengaja ditunjukkan seolah-olah AS mendominasi jalur energi global.
“Apa yang Trump sampaikan itu cukup provokatif ya dalam perang ini, dan saat ini dia menyebutkan Selat Hormuz sebagai Selat Trump," kata Ayub Mirdad dalam Breaking News Kompas TV, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Usai Disemayamkan di Kementerian Pertahanan, Jenazah Juwono Sudarsono Dimakamkan di TMP Kalibata
"Kita bisa lihat itu lebih ke sebagai retorika politik ya untuk menunjukkan dominasi Amerika Serikat atas jalur energi global dan juga menekankan Iran."
Namun demikian, Ayub menekankan, apa yang disampaikan Presiden Donald Trump tentang Selat Hormuz atau apapun terkait Iran, bukanlah kebijakan resmi Amerika Serikat.
Atas dasar itu, Ayub menilai, pernyataan dan tindakan yang disampaikan Trump terkait Iran berpotensi memperkeruh tensi dan akan dianggap provokatif dalam hukum internasional.
Baca Juga: KPK Siapkan 4 Program Utama Kampanye Antikorupsi selama 2026, Ini Daftarnya
Menurut Ayub, Iran pun tidak akan tinggal diam atas provokasi yang dilancarkan Trump. Iran disebutnya akan merespons cukup keras terhadap pernyataan provokatif Trump.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- selat hormuz
- selat trump
- pernyataan provokatif trump
- iran





