jpnn.com, JAWA BARAT - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengeklaim jumlah korban jiwa yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 mengalami penurunan yang signifikan.
Jumlahnya, dari 121 jiwa pada 2025, kini menurun hanya 13 jiwa korban jiwa.
BACA JUGA: Keseriusan Kapolri Kawal Mudik Lebaran 2026, Fatalitas Lakalantas Turun Signifikan
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan ada beberapa langkah strategis dan inovasi yang diterapkan Polda Jabar pada Ops Ketupat Lodaya 2026.
Salah satunya ialah mendekatkan Polri dengan masyarakat pemudik.
BACA JUGA: Layanan Angkutan Hewan Peliharaan Banjir Peminat, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman
Kemudian, penguatan layanan Call Center 110 di seluruh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jabar.
Kedua, penyediaan Hotline Mudik Polda Jabar yang menyajikan informasi real-timemengenai arus lalu lintas, akses CCTV Kota Bandung dan jalur tol, hingga lokasi posko terdekat.
BACA JUGA: Skenario Polisi Antisipasi Puncak Arus Balik Lewat Pelabuhan Merak
Inovasi ketiga mencakup penyediaan fasilitas pelayanan lengkap di pos-pos pengamanan, termasuk layanan penitipan kendaraan gratis di kantor polisi bagi masyarakat yang mudik tanpa kendaraan pribadi.
Keempat, seluruh Polres di jajaran Polda Jabar mendirikan pos tematik yang memberikan pelayanan khusus sesuai karakteristik daerah masing-masing, ditambah dengan program mudik gratis bagi masyarakat.
"Strategi ini terbukti efektif dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat," kata Rudi dalam keterangannya, Minggu (29/3).
Rudi menuturkan, salah satu inovasi yang dinilai paling ampuh menyentuh masyarakat adalah Motor Senyum Polda Jabar.
Tim ini berfungsi sebagai pengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tol, arteri, maupun kawasan wisata.
"Tidak hanya mengatur jalan, tim Motor Senyum juga mengedepankan sisi humanis dengan membagikan takjil saat berbuka puasa, menyalurkan BBM bagi kendaraan yang mogok kehabisan bahan bakar, hingga mengantarkan montir bagi pemudik yang mengalami kerusakan kendaraan di tengah perjalanan," jelasnya.
Dengan kombinasi pengawasan ketat dan berbagai inovasi pelayanan tersebut, kata Rudi, pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Jawa Barat dinilai sukses besar.
Dia juga menegaskan, seluruh upaya ini dilakukan demi mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan humanis.
"Penurunan angka kecelakaan yang mencapai titik terendah dalam sejarah ini menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi dan dedikasi seluruh jajaran kepolisian dalam melayani masyarakat selama hari raya Idulfitri 1447 H," pungkasnya.(mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




