Ritual Sedekah Laut dengan melarung kepala kerbau dan kepala kambing digelar di Kampung Nelayan, Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Minggu (29/3). Tradisi Sedekah Laut dilakukan sebagai ucapan syukur para nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan dari laut.
Sedekah Laut di Desa Bendar digelar sepekan setelah Lebaran Idul Fitri. Pada tahun ini, ritual dilakukan dengan melarung satu kepala kerbau dan satu kepala kambing.
Pantauan kumparan di lokasi pada Minggu (29/3), acara dimulai dengan kegiatan kirab terlebih dahulu. Kirab dimulai dari depan Balai Desa Bendar pukul 08.29 WIB.
Tampak, di area lobi Balai Desa Bendar sudah disiapkan kepala kerbau dan kepala kambing. Kepala kerbau diletakkan di atas tandu, lengkap dengan tambahan janur kuning beserta sesaji seperti bunga, pisang, dan kendi.
Di sebelahnya terdapat kepala kambing yang juga diletakkan di atas tandu bersama dengan janur, degan, pisang, dan kendi. Selain kepala kerbau dan kambing, pihak panitia menyediakan bubur merah dan bubur putih sebagai bagian dari sesaji.
Kepala kerbau dan kepala kambing ikut dikirab terlebih dahulu memutari permukiman warga di Desa Bendar. Kirab juga diramaikan dengan atraksi barongan dan drumband.
Setelah dikirab, kepala kerbau dan kepala kambing dibawa ke area Sungai Silugonggo. Kemudian, dibawa menggunakan perahu ke laut lepas di kawasan Laut Juwana, Pati.
Ketua Panitia Sedekah Laut, Heri Budianto, mengatakan kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang didapatkan para nelayan. Tradisi dari nenek moyang ini terus dilakukan setiap tahunnya selepas Lebaran Idul Fitri.
"Kerbau yang dilarung harus memiliki corak berwarna putih. Untuk berat kepala kerbaunya tahun ini 15 kilogram, kami membelinya di Kabupaten Kudus," katanya kepada kumparan, Minggu (29/3).
Sementara itu, kepala kambing yang dilarung pada tahun ini memiliki berat 2 kilogram.
Setelah tiba di area laut, kepala kerbau dan kepala kambing didoakan terlebih dahulu. Selanjutnya, dilakukan prosesi larung.
"Harapan kami adanya Sedekah Laut ini para nelayan mendapatkan rezeki dan berkah di dalam mencari nafkah di laut," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bendar, Sutopo, menyampaikan Sedekah Laut juga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur yang sudah tiada. Selain itu, tradisi ini diselenggarakan sebagai ucapan rasa syukur.
"Kami mengucap syukur atas rezeki yang telah diberikan. Dalam hal ini para nelayan diberi kesempatan untuk mencari ikan," terangnya.
Tak lupa, Sutopo juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang datang untuk menyaksikan Sedekah Laut. Ia berterima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
"Peserta kirab Sedekah Laut ini jumlahnya ratusan, berasal dari nelayan, ibu-ibu PKK, dan anak-anak," sambungnya.
Pihaknya berharap adanya tradisi Sedekah Laut dapat memberikan kelancaran bagi nelayan kala melaut. Selain itu, juga dimudahkan mencari ikan sebagai mata pencaharian sehari-hari.
"Semoga para nelayan diberikan kemudahan dan rezeki yang lancar dan berkah," imbuhnya.





