JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah kembali menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Bau busuk dari sampah buah dan sayuran menyengat hingga mengganggu warga.
Baca juga: Viral Truk DLH Dituding Buang Sampah ke Kali, Pramono Larang TPS Sementara di Jakarta
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Minggu pagi, sampah mencapai ketinggian enam meter. Tumpukan itu bahkan melampaui lampu penerangan jalan dan tinggi truk yang melintas.
Selain itu, belum terlihat aktivitas pengangkutan. Di lokasi hanya terlihat papan peringatan yang dipasang oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Baca juga: Pramono Berterima Kasih Kasus Truk DLH Buang Sampah ke Sungai Viral
"Peringatan area ini dalam pengawasan pejabat pengawas lingkungan hidup," tulis keterangan pada papan tersebut.
Sugiat (55), warga sekitar, mengatakan bau menyengat dari tumpukan sampah kembali mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Ya lebih banyakan ini (sampahnya) dampaknya, mengganggu, jelas baunya itu. Kalau yang punya penyakit bengek mah langsung ini, sesak napas gitu,” ujar Sugiat saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Minggu.
Baca juga: Usai Foto Viral, Penampungan Sampah Sementara di Tepi Kali TPU Tanah Kusir Ditutup
Ia menambahkan, kondisi serupa pernah terjadi pada Januari lalu karena armada pengangkut sampah tidak mencukupi.
"Iya (Januari) sempat bersih tuh. Ya kan tahu sendiri kapasitas ini sampah tiap hari di itu paling enggak tuh kalau diangkut keluar tuh harusnya paling enggak tuh 15 mobil. Maka yang diangkut tiap hari tuh paling enam, kadang tujuh," ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Agus (38). Dia mengatakan bau sampah sudah tercium dari jarak jauh.
"Kalau bau, enggak usah ditanya lah, pasti yang ke pasar dan lewat sini pasti dari jauh juga kecium aromanya, apa lagi pas ujan," ungkap Agus.
Agus Sendiri mengaku khawatir tumpukan sampah bisa menganggu kesehatan karena banyak air yang menggenang.
Baca juga: Penampakan Gunungan Sampah di Duren Village Tangerang, Bau Menyengat dan Banyak Belatung
"Selain bau, kan sampah ini potensi gangguan kesehatan tinggi ya, kaya mungkin ada sesak napas, atau lainnya karena kan itu pasti banyak kuman di air itu," jelasnya.
Agus berharap sampah yang menggunung segera diangkut agar pedagang, pembeli, bahkan warga sekitar pasar nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




