Oleh: Alexander Wibisono, Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV
Pemerintah akan segera mengumumkan penerapan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah, satu hari dalam seminggu, bagi aparatur sipil negara.
Kebijakan ini adalah strategi untuk menghemat konsumsi BBM di tengah ketidakpastian pasokan energi global, akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Penerapan kebijakan untuk menghemat konsumsi BBB juga berjalan di sejumlah negara tetangga. Thailand, Vietnam, dan Filipina telah menerapkan pembatasan hari kerja dan sekolah sejak penutupan Selat Hormuz berlangsung.
Bahkan, Filipina, pekan ini mendeklarasikan status darurat energi nasional dengan membentuk komite khusus BBM.
Penghematan konsumsi BBM adalah hal yang mutlak harus kita lakukan saat ini. Bila benar penerapan kebijakan WFH bisa menghemat konsumsi bbm hingga 20 persen, maka jumlah ini setara dengan jumlah impor minyak mentah dari timur tengah.
Artinya, Indonesia tidak perlu khawatir kekurangan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.
Dampak lainnya adalah beban terhadap fiskal berkurang. Sebagai negara yang menjalankan kebijakan kontrol terhadap harga energi lewat subsidi, lonjakan harga minyak dunia tidak lantas menaikkan harga BBM dalam negeri karena selisih harga tersebut ditanggung oleh negara. Dengan berkurangnya jumlah konsumsi BBM, maka beban subsidi otomatis berkurang.
Tetapi cerita ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Kebijakan WFH satu hari dalam seminggu hanyalah langkah awal untuk mengantisipasi ancaman krisis energi akibat perang di Timur Tengah.
Pemerintah harus segera menyiapkan strategi berikutnya untuk menjamin krisis tidak terjadi. Itu seperti insentif bagi pengguna angkutan umum, pengaturan kembali kuota BBM bersubsidi, hingga realokasi pembiayaan yang tidak prioritas untuk memperkuat APBN kita dalam menghadapi fluktuasi harga minyak.
Penulis : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bbm
- perang amerika-israel dan iran
- energi
- israel
- amerika serikat
- iran





