Dorongan agar pelaku UMKM Indonesia naik kelas kembali disuarakan dari parlemen, dengan penekanan pada pentingnya kemampuan memahami dan menyampaikan nilai produk. Hal ini dinilai menjadi celah utama yang membuat banyak produk lokal belum mampu bersaing di pasar global.
Anggota DPR RI Samuel Wattimena menilai persoalan UMKM bukan lagi sekadar produksi atau kualitas barang. Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana produk tersebut dikomunikasikan kepada konsumen.
Melansir ANTARA, ia menegaskan bahwa literasi produk menjadi fondasi penting agar UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Tanpa kemampuan tersebut, produk berpotensi sulit dipahami, terutama oleh konsumen internasional.
“Produk-produk kita kalau mengikuti event-event lokal, tentunya berbahasa Indonesia tidak masalah,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa pendekatan berbeda diperlukan saat masuk ke pasar global. Penggunaan bahasa asing dalam deskripsi maupun materi promosi dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Menurutnya, informasi produk harus disampaikan secara jelas dan mudah dipahami. Hal ini mencakup penjelasan tentang fungsi, keunggulan, hingga nilai unik yang dimiliki produk tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya materi pendukung seperti brosur atau flyer. Keberadaan informasi tertulis dalam bahasa internasional dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Selain itu, pelaku UMKM didorong untuk lebih aktif dalam memanfaatkan platform digital. Strategi seperti live selling dan pembuatan konten edukatif dinilai efektif untuk memperkenalkan produk ke audiens yang lebih luas.
Samuel mengingatkan pentingnya transparansi informasi. Ia menilai detail seperti komposisi bahan hingga potensi alergi harus dicantumkan dengan jelas.
“Itu penting. Nah, kemudian kalau kita jual makanan atau jajanan, ada orang-orang itu yang alergi terhadap kacang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa informasi tambahan seperti tingkat kepedasan atau kandungan tertentu juga dapat memengaruhi keputusan pembelian. Kelengkapan informasi ini dinilai sebagai bagian dari perlindungan konsumen.
Lebih jauh, ia mendorong pelaku UMKM untuk menonjolkan identitas daerah asal produk. Keunikan lokal dinilai dapat menjadi nilai jual yang kuat di tengah persaingan pasar global.
Tren konsumen global yang semakin peduli terhadap isu keberlanjutan juga turut disoroti. Produk yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan aspek sosial disebut memiliki daya tarik lebih tinggi.
Dalam skala nasional, penguatan UMKM memiliki dampak besar terhadap perekonomian. Sektor ini diketahui menjadi tulang punggung dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Baca Juga: Seskab Teddy: Bazar Rakyat Hidupkan Ekonomi UMKM, Tebar Kebahagiaan Lebaran
Dengan perubahan lanskap pasar yang semakin kompetitif, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi cukup. Pelaku usaha perlu mengombinasikan kualitas produk dengan kemampuan komunikasi yang efektif.
Dorongan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh apa yang dijual. Cara menyampaikan nilai produk kini menjadi faktor penentu untuk bisa bersaing di pasar global.





