Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas persiapan penentuan kebijakan ekonomi dan energi sebelum berangkat ke Jepang.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijata di akun Instagram-nya @sekretariat.kabinet, menjelaskan bahwa rapat yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) dilakukan melalui video conference.
Sejumlah menteri yang ikut rapat dengan Prabowo antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widiyanti, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet Teddy pun turut serta.
Teddy menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut dibahas terkait dengan kesiapan pemerintah dalam menerapkan kebijakan ekonomi dan energi.
"Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk menentukan penyesuaian dan penentuan beberapa kebijakan ekonomi dan energi," kata Teddy lewat akun Instagram-nya @sekretariat.kabinet.
Baca Juga
- Prabowo Bertolak ke Jepang, Bakal Perkuat Kerja Sama Energi hingga Kelautan
- Seskab Teddy Ungkap Pertemuan Prabowo-PM Anwar Bahas Geopolitik Asia Barat
- Prabowo Sambut Anwar Ibrahim di Istana, Bahas Kondisi Geopolitik
Sebelumnya, sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih pun telah menggelar rapat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga pada Selasa (24/3/2026). Rapat itu dipimpin oleh Airlangga Hartarto secara virtual melalui Zoom.
Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait rencana kebijakan penyesuaian kembali energi dan beberapa kebijakan ekonomi.
Adapun, Tito Karnavian di Gedung Bina Graha Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (25/2/2026) menjelaskan bahwa dalam hasil rapat koordinasi itu, telah disepakati terkait rencana kebijakan penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya menghemat BBM.
Sebab, saat ini, harga minyak dunia sedang tinggi didorong oleh kondisi geopolitik yang memanas.
"Ada sejumlah senario, termasuk juga WFH satu hari per Minggu. Harinya pun disepakati," kata Tito.





