Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.100 Pekan Ini Dibayangi Krisis Energi Global

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Mata uang Garuda berpotensi menyentuh level psikologis baru yang cukup mengkhawatirkan akibat penguatan indeks dolar.

Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.100 Pekan Ini Dibayangi Krisis Energi Global (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah berisiko melemah ke Rp17.100 per USD pada pekan ini dibayangi oleh isu krisis energi global.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, mata uang Garuda berpotensi menyentuh level psikologis baru yang cukup mengkhawatirkan akibat penguatan indeks dolar.

Baca Juga:
Fundamental Ekonomi Kuat, Purbaya: Rupiah Harusnya Tak Melemah

“Itu (rupiah) kemungkinan besar akan menuju level Rp17.100 per USD. Ingat Rp17.100 per USD,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (29/3/2026).

Ibrahim juga memproyeksikan indeks dolar akan bergerak kuat di rentang 99,300 hingga 101,600, yang secara langsung akan memicu pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga:
Bank Indonesia Siaga, Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Geopolitik di Lebaran 2026

Faktor utama yang mendorong penguatan dolar dan pelemahan rupiah adalah memanasnya situasi di Timur Tengah, terutama terkait ancaman pemblokiran Selat Hormuz. 

Eskalasi militer yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menyebabkan gangguan serius pada produksi minyak dunia.

Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Bisa Tembus Rp20 Ribu per Dolar AS Imbas Perang Timur Tengah

Menurut Ibrahim, produksi minyak di Timur Tengah berkurang hingga 10 juta barel per hari. Kondisi ini diperparah dengan serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak di Rusia yang memicu kelangkaan energi global.

“Geopolitik di Timur Tengah ini pun juga masih rame. Apalagi tentang pembatasan transportasi di Selat Hormuz. Kemudian tentang penyerangan yang ditunda Perang pun juga masih terus terjadi. Bahkan Timur Tengah sendiri sampai saat ini mengalami pengurangan itu 10 juta barel per hari,” tutur dia.

Di tengah volatilitas mata uang, Ibrahim melihat bank Sentral global terus melakukan aksi beli logam mulia sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Pelemahan rupiah justru dipandang sebagai penahan koreksi harga emas di dalam negeri.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,45 persen secara harian ke Rp16.980 per USD.

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32 persen secara harian ke Rp16.957 per USD.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Senin (30/3/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp16.980-Rp17.030 per USD.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik AS-Iran Belum Reda, Upbit Indonesia Ingatkan Investor Kripto untuk Hindari Keputusan Impulsif
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 3,5 Km
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Fadlun Protes soal Merumahkan PPPK, Bagaimana Gajinya & Gaji P3K PW 2027?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Kata Kapten Timnas Indonesia atas Perfroma Elkan Baggott, Ini Kesannya dengan Bek Ipswich Town
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Terpopuler: Suzuki Smash ABS Rp30 Jutaan, Mobil Listrik Bekas Diburu, Bangkok Motor Show 2026
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.