REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena lulusan kampus top yang bekerja tidak sesuai bidang ilmu kian marak terjadi. Meski berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) ternama maupun perguruan tinggi swasta (PTS) unggulan, tak sedikit sarjana yang akhirnya berkarier di luar jurusan yang ditempuh saat kuliah.
Perubahan kebutuhan industri yang serbacepat membuat gelar akademik saja tidak lagi cukup. Berdasarkan tren rekrutmen beberapa tahun terakhir, perusahaan kini lebih memprioritaskan kandidat dengan keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi resmi, serta pengalaman kerja nyata dibanding sekadar latar belakang akademik.
Transformasi digital, otomatisasi, dan perkembangan ekonomi berbasis teknologi mendorong lahirnya jenis-jenis pekerjaan baru yang tidak selalu linear dengan program studi konvensional.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan berbasis kurikulum terkini, juga difasilitasi sertifikasi keahlian resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi yang diakui secara nasional.
Selain itu, UNM memfasilitasi program rekrutmen magang di berbagai perusahaan nasional. Melalui kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan, mahasiswa berkesempatan mengikuti magang terstruktur yakni Internship Experience Program (IEP) 3+1.
Mahasiswa hanya kuliah 3 tahun dan satu tahunnya magang di perusahaan yang sudah kerja sama dengan UNM.
Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menegaskan, pengalaman industri jadi pembeda utama lulusan di tengah persaingan kerja yang ketat. Realitas hari ini menunjukkan banyak lulusan kampus top harus beradaptasi karena dunia kerja berubah sangat cepat.
‘’Di UNM, kami memastikan mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi BNSP dan pengalaman magang di industri. Itu yang membuat mereka lebih siap dan relevan,” ujar Faisal yang dikutip Ahad (29/3/2026).
Ia menambahkan, NCC secara aktif menjembatani mahasiswa dengan dunia usaha dan dunia industri melalui pelatihan karier, pembekalan wawancara, hingga pelaksanaan campus hiring.
“Kami sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan nasional untuk program magang dan rekrutmen langsung. Tujuannya agar mahasiswa punya pengalaman hebat sejak kuliah dan peluang kerja yang lebih terbuka setelah lulus,” tambahnya.
Fenomena lulusan tidak linear dengan jurusan menjadi pengingat, kesiapan kompetensi jauh lebih penting daripada sekadar reputasi kampus.
Dengan penguatan skill, sertifikasi resmi, serta jejaring industri yang luas, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa kini.




