REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Militer Iran telah siap sepenuhnya untuk menghadapi invasi darat pasukan Amerika Serikat (AS) dan zionis Israel di wilayahnya. Jika jadi, invasi yang oleh banyak pengamat militer anggap sebagai aksi bunuh diri massal tentara AS itu, kemungkinan akan menghadapi situasi yang sulit di lembah Persia.
Delapan lapis pasukan pertahanan darat Iran akan menyambut Navy Seal dan Sareyet Matkal, bahkan sebelum mereka mendaratkan sepatu bootnya di Tanah Para Mullah. Mampukah para Rambo itu melewati setiap lapisnya? Berikut adalah penjelasan delapan lapis unit khusus tersebut.
Kantor Berita Fars pada Sabtu, 28 Maret 2026, mewawancarai seorang pejabat militer Iran terkait ancaman invasi darat AS. Menurut dia, pertahanan darat Iran yang dirancang dalam delapan lapisan terpisah akan tetap terkoordinasi. Masing-masing lapisan memiliki fungsi dan misinya sendiri berdasarkan kendali intelijen penuh atas pergerakan musuh.
"Apa yang menanti para penyerang jika terjadi kesalahan perhitungan adalah memasuki lapisan pertahanan yang telah kita buat mustahil untuk dilewati," kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
1. Pasukan Khusus (Nuhed)
Ini adalah pasukan militer Iran paling profesional di garis depan pertahanan yang memiliki tingkat peralatan dan pelatihan tertinggi. Tugasnya, melakukan kontak pertama dengan ancaman canggih dan operasi khusus musuh, sekaligus mengidentifikasi dan menghancurkan pasukan inti invasi.
Mereka tergabung dari Pasukan Khusus Angkatan Laut IRGC (SNSF), Korps Marinir Angkatan Darat (SBS), dan Brigade ke-65 Pasukan Khusus Lintas Udara Iran. Mereka juga dikenal sebagai brigade anti-helikopter, yang khusus dalam melawan helikopter musuh, dan ditempatkan di pulau-pulau Teluk Persia, di pantai teritorial, dan di dalam Iran.