tvOnenews.com - Euforia kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 lusa kemarin mendapat sindiran tajam dari media Bulgaria.
Melalui sebuah artikelnya, media Bulgaria berpendapat bahwa reaksi yang muncul setelah Timnas Indonesia menang dari Saint Kitts and Nevis terlalu berlebihan.
Timnas Indonesia di bawah pelatih barunya John Herdman mengawali agenda internasional mereka dengan kemenangan telak atas Saint Kitts and Nevis 4-0.
Gol-gol kemenangan Timnas Indonesia tersebut disumbangkan oleh brace Beckham Putra serta masing-masing dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.
Dengan hasil ini, skuad Garuda berhak tampil di partai final dan telah ditunggu oleh Bulgaria, wakil Eropa yang sukses bantai Kepulauan Solomon 10-2.
Meski menang meyakinkan, namun John Herdman menekankan bahwa masih ada kekurangan terhadap gaya main anak asuhnya, termasuk di 15 menit pertama.
Ketika itu, Jay Idzes dan kawan-kawan malah ditekan pemain Saint Kitts and Nevis. John Herdman pun mewanti-wanti jika hal ini tak boleh terulang saat jumpa Bulgaria.
Media Bulgaria Sindir Timnas Indonesia- Kitagaruda.id
Gol, media asal Bulgaria awalnya menyoroti bagaimana ambisi John Herdman yang ingin agar lini pertahanan Timnas Indonesia jadi yang terbaik se-Asia.
“Pelatih baru John Herdman ingin tim nasional Indonesia memiliki pertahanan terbaik di Asia,” tulis Gol.
Oleh karenanya, mereka mengimbau agar para pemain Bulgaria mewaspadai ambisi besar tim Merah-putih ini jelang berhadapan di final FIFA Series 2026.
“Pelatih asal Inggris ini melakukan debutnya pada hari Jumat dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, dan pada hari Senin, para pemainnya akan bertanding melawan Bulgaria untuk memperebutkan tempat pertama di turnamen FIFA Series 2026,” katanya.
Namun setelahnya, media Bulgaria itu malah menyinggung euforia kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis, secara khusus dari surat kabar lokal
Mereka mengatakan bahwa diksi yang digunakan oleh media di Indonesia dalam memuat berita kemenangan skuad Garuda yakni 'pembantaian' terlalu berlebihan.




