Jakarta: Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah.
"Elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), yang dalam bauran energi nasional masih mencapai sekitar 30 persen, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga internasional," ungkap Komaidi dalam keterangan tertulis, Minggu, 29 Maret 2026.
Di tengah situasi saat ini, jelas dia, kompor listrik bisa menjadi salah satu alternatif utama karena listrik tidak harus bergantung pada minyak dan gas. "Kita masih memiliki sumber energi lain, termasuk batu bara yang dalam bauran energi nasional, dan ketersediaannya relatif lebih besar di dalam negeri," ujar Komaidi.
Menurut Komaidi, keunggulan kompor listrik terletak pada fleksibilitas sumber energinya. Listrik dapat diproduksi dari berbagai sumber energi domestik seperti batu bara, gas, air, dan panas bumi.
Baca juga: Adopsi Kendaraan Listrik Jadi Jurus Jitu Redam Lonjakan Harga Minyak
(Ilustrasi mobl listrik. Foto: Medcom.id)
Kendaraan listrik tekn konsumsi BBM nasional
Selain sektor rumah tangga, Komaidi menilai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga berperan penting dalam menekan konsumsi BBM nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 532 juta barel per tahun, dengan sektor transportasi menyumbang sekitar 52 persen dari total konsumsi tersebut.
"Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Dalam jangka panjang, ini juga dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan beban subsidi energi," jelas dia.
Komaidi juga mengapresiasi berbagai insentif yang telah diberikan pemerintah untuk mendorong percepatan elektrifikasi, mulai dari pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga kebijakan bebas ganjil-genap di sejumlah wilayah.
"Dengan sosialisasi yang lebih masif dan dukungan kebijakan yang konsisten, kompor listrik dan kendaraan listrik berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat ketahanan energi nasional," papar dia.




