Pantau - Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan upaya menjaga produksi padi tetap optimal menghadapi potensi musim kemarau 2026 melalui penguatan irigasi dan dukungan benih.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan langkah antisipasi difokuskan pada ketersediaan air dan bantuan benih bagi petani.
"Upaya ini difokuskan pada penguatan ketersediaan air dan dukungan benih guna menjaga produksi padi tetap optimal serta memastikan pasokan pangan tetap aman," ujarnya.
Provinsi Jawa Barat memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan luas lahan sawah sekitar 900.772 hektare.
Badan Riset dan Inovasi Nasional memprediksi musim kemarau akan lebih panjang dan kering, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.
Pemerintah menyiapkan berbagai langkah seperti penguatan jaringan irigasi pertanian dan optimalisasi sistem irigasi perpompaan.
Bantuan pompa air juga disalurkan untuk menjaga pasokan air di lahan pertanian.
Selain itu, optimalisasi lahan non rawa dilakukan guna mempertahankan produktivitas.
Bantuan benih padi turut diberikan untuk menjaga hasil panen di tengah tekanan iklim.
"Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal," kata Amran.
Pemerintah berharap ketersediaan air tetap terjaga sehingga produksi dan produktivitas padi dapat dipertahankan bahkan meningkat.
Upaya terkoordinasi ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.




