Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) merealisasikan pinjaman jangka panjang sebesar US$185 juta atau setara Rp3,13 triliun (kurs JISDOR Rp16.957) dari US$285 juta atau setara Rp4,83 triliun yang direncanakan masuk pasar.
Pada 17 Maret 2026, perseroan telah menarik pinjaman sebesar US$100 juta atau setara Rp1,69 triliun.
Kemudian pada 27 Maret 2026, Bank Maspion kembali menarik pinjaman sebesar US$85 juta atau setara Rp1,44 triliun sehingga total pinjaman yang telah direalisasikan perseroan mencapai US$185 juta atau setara Rp3,13 triliun.
“Dengan ini perseroan telah merealisasikan total US$185 juta pinjaman jangka panjang dari US$285 juta yang direncanakan masuk pasar,” tulis Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Minggu (29/3/2026).
Untuk diketahui, perseroan menerima pinjaman bilateral dengan limit fasilitas sebesar US$285 juta atau setara Rp4,83 triliun dari Kasikornbank Public Company Limited atau KBank.
Tenor PinjamanDalam catatan Bisnis, Bank Maspion menyampaikan bahwa pinjaman tersebut memiliki tenor hingga dua tahun sejak tanggal penarikan, dengan bunga mengacu pada SOFR ditambah margin sesuai kondisi pasar.
Baca Juga
- Bank Maspion (BMAS) Kantongi Pinjaman Rp4,84 Triliun dari KBank
- RUPSLB Bank Maspion (BMAS) Angkat Direksi Baru, Ini Daftar Lengkapnya
- KBank Resmi Kuasai 89,48% Saham Bank Maspion (BMAS), Begini Strategi ke Depan
“Perseroan telah menerima pinjaman bilateral dari Kasikornbank Public Company Limited (Kbank) dengan limit fasilitas sebesar US$285 juta,” tulis manajemen, dikutip pada Selasa (17/3/2026).
Perseroan menuturkan, transaksi pinjaman bilateral ini dilakukan untuk mendukung likuiditas tenor jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit Bank Maspion kepada nasabah. Transaksi penarikan akan dilakukan secara bertahap.
Perseroan memastikan bahwa transaksi pinjaman ini tidak mengandung benturan kepentingan, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sebagai informasi, Kbank merupakan ultimate shareholder perseroan melalui anak usahanya Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF) yang menguasai 86,03% saham perseroan, atau setara 89,48% kepemilikan dalam grup Kasikornbank.





