Sutradara Hestu Saputra memberikan penjelasan mengenai pemilihan judul proyek film horor terbaru produksi Rollink Action bertajuk Aku Harus Mati.
Hestu menyebut proses penentuan judul melalui pertimbangan yang cukup panjang hingga 15 judul, sebelum akhirnya diputuskan.
"Judul itu aku sampai 12 bikinnya. Kurang lebih 12 kalau enggak 15," ujar Hestu Saputra kepada kumparan, Jumat (27/3).
Menurut Hestu, pemilihan judul dalam karya film harus mencerminkan esensi dari cerita yang disajikan kepada penonton. Ia menegaskan pentingnya keterkaitan antara judul dengan plot film.
"Judul itu kan representasi tentang isinya. Dari pilihan bahasa lugas ataupun dengan menggunakan metafor," tambah Hestu.
Hestu menjelaskan, ada landasan yang kuat mengapa akhirnya kalimat "Aku Harus Mati" yang dipilih dari sekian banyak opsi.
"Nah, Aku Harus Mati itu, di baliknya ada penebusan. Penebusan sendiri ketika diceritakan dalam storytelling, itu adalah isi cerita. Atas dasar filosofis itu kemudian muncul lah judul Aku Harus Mati," ungkap Hestu.
Hestu memberikan gambaran bahwa cerita filmnya akan menyoroti tentang kontrak dengan kekuatan supranatural.
"Bahwa ketika kamu bersekutu dengan iblis, perjanjian dengan nyawa, ada akadnya," tutur Hestu.
Hestu memastikan bahwa kacamata mistis yang digunakan tetap memiliki kedalaman makna.
"Karena ini film horor, kacamata mistis, kemudian kami menggunakan metafor. Dan kacamata horor itu diolah, kemudian kayak gitu (hasil judulnya)," tutup Hestu.
Selain Hana Saraswati, film ini dibintangi Amara Sophie sebagai Tiwi, Prasetya Agni sebagai Nugra, dan aktor senior Bambang Paningron sebagai Ki Jago. Aku Harus Mati dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.





