Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas super welter (70kg) World Boxing Council (WBC) Sebastian Fundora berhasil menghajar Keith Thurman untuk mempertahankan sabuk juaranya di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu WIB.
Fundora mengalahkan Thurman melalui technical knockout (TKO) pada ronde keenam setelah mendominasi pertarungan sejak ronde-ronde awal.
Ia menghujani Thurman dengan banyak pukulan yang menyebabkan pendarahan hebat akibat luka di bawah mata kiri Thurman.
Pada menit 1:17 ronde keenam, wasit Thomas Taylor terpaksa menghentikan pertarungan agar Thurman tidak semakin dihujani pukulan yang lebih parah, meskipun Thurman masih berdiri.
Seusai kemenangannya, Fundora mengakui Thurman merupakan petarung hebat. Ia bahkan menilai Thurman layak masuk Hall of Fame suatu hari nanti.
"Hormat saya untuk Keith. Itulah mengapa saya harus berlatih sangat keras dan bekerja sangat keras untuk membuktikan kepadanya dan kepada dunia bahwa saya adalah petinju kelas menengah junior terbaik," kata Fundora.
Dengan kemenangan dalam duel sesama petinju Amerika Serikat itu, Fundora berhasil mempertahankan gelarnya sekaligus memperkuat rekornya menjadi 24 kemenangan (16 KO/TKO), satu kekalahan, dan satu hasil imbang.
Petinju berusia 28 tahun itu menjalani pertarungan pertahanan ketiganya atas sabuk WBC yang ia raih setelah mengalahkan Tim Tszyu melalui keputusan terbelah (split decision) alam pertarungan berdarah selama 12 ronde pada Maret 2024.
Baca juga: Dubois dan Harper siap untuk penyatuan gelar WBC dan WBO pada 5 April
Sementara itu, Thurman tidak setuju dengan keputusan wasit untuk menghentikan pertarungan.
Menurutnya, pertarungan saat itu sedang berlangsung seru dan para penggemar menikmatinya, tetapi wasit menghentikannya terlalu cepat.
"Mereka tidak punya nyali untuk membiarkan pertarungan berlanjut seperti di era Erik Morales," kata Thurman.
Ia menjelaskan bahwa wasit sempat mengatakan kepadanya bahwa jika ia terus bergerak dengan kakinya, maka pertarungan akan tetap berlanjut. Namun, Thurman menilai dirinya tidak sedang terdesak di tali ring atau menerima pukulan bertubi-tubi.
"Sangat disayangkan saya tidak bisa memberikan pertunjukan yang lebih baik kepada para penggemar. Menang, kalah, atau seri, menurut saya keputusan itu sedikit terlalu dini. Saya masih punya lebih banyak kemampuan," ujarnya.
Thurman, 37 tahun, baru bertarung untuk ketiga kalinya sejak kehilangan gelar kelas welter WBA dari Manny Pacquiao melalui keputusan terbelah pada Juli 2019.
Kekalahan itu membuat rekornya kini menjadi 31 kemenangan (23 KO), dua kekalahan, dan satu tanpa hasil (no contest).
Baca juga: Peraih medali tinju Olimpiade Hrgovic hadapi Allen pada 16 Mei
Baca juga: Adames sebut siap hadapi siapa pun seusai pertahankan sabuk juara WBC
Fundora mengalahkan Thurman melalui technical knockout (TKO) pada ronde keenam setelah mendominasi pertarungan sejak ronde-ronde awal.
Ia menghujani Thurman dengan banyak pukulan yang menyebabkan pendarahan hebat akibat luka di bawah mata kiri Thurman.
Pada menit 1:17 ronde keenam, wasit Thomas Taylor terpaksa menghentikan pertarungan agar Thurman tidak semakin dihujani pukulan yang lebih parah, meskipun Thurman masih berdiri.
Seusai kemenangannya, Fundora mengakui Thurman merupakan petarung hebat. Ia bahkan menilai Thurman layak masuk Hall of Fame suatu hari nanti.
"Hormat saya untuk Keith. Itulah mengapa saya harus berlatih sangat keras dan bekerja sangat keras untuk membuktikan kepadanya dan kepada dunia bahwa saya adalah petinju kelas menengah junior terbaik," kata Fundora.
Dengan kemenangan dalam duel sesama petinju Amerika Serikat itu, Fundora berhasil mempertahankan gelarnya sekaligus memperkuat rekornya menjadi 24 kemenangan (16 KO/TKO), satu kekalahan, dan satu hasil imbang.
Petinju berusia 28 tahun itu menjalani pertarungan pertahanan ketiganya atas sabuk WBC yang ia raih setelah mengalahkan Tim Tszyu melalui keputusan terbelah (split decision) alam pertarungan berdarah selama 12 ronde pada Maret 2024.
Baca juga: Dubois dan Harper siap untuk penyatuan gelar WBC dan WBO pada 5 April
Sementara itu, Thurman tidak setuju dengan keputusan wasit untuk menghentikan pertarungan.
Menurutnya, pertarungan saat itu sedang berlangsung seru dan para penggemar menikmatinya, tetapi wasit menghentikannya terlalu cepat.
"Mereka tidak punya nyali untuk membiarkan pertarungan berlanjut seperti di era Erik Morales," kata Thurman.
Ia menjelaskan bahwa wasit sempat mengatakan kepadanya bahwa jika ia terus bergerak dengan kakinya, maka pertarungan akan tetap berlanjut. Namun, Thurman menilai dirinya tidak sedang terdesak di tali ring atau menerima pukulan bertubi-tubi.
"Sangat disayangkan saya tidak bisa memberikan pertunjukan yang lebih baik kepada para penggemar. Menang, kalah, atau seri, menurut saya keputusan itu sedikit terlalu dini. Saya masih punya lebih banyak kemampuan," ujarnya.
Thurman, 37 tahun, baru bertarung untuk ketiga kalinya sejak kehilangan gelar kelas welter WBA dari Manny Pacquiao melalui keputusan terbelah pada Juli 2019.
Kekalahan itu membuat rekornya kini menjadi 31 kemenangan (23 KO), dua kekalahan, dan satu tanpa hasil (no contest).
Baca juga: Peraih medali tinju Olimpiade Hrgovic hadapi Allen pada 16 Mei
Baca juga: Adames sebut siap hadapi siapa pun seusai pertahankan sabuk juara WBC





