Bisnis.com, BANDUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat memastikan tidak terdapat pungutan liar (pungli) dalam kasus yang sempat viral di Pantai Sayang Heulang, Garut, selama libur Lebaran 2026.
Kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Garut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Iendra Sofyan menjelaskan, biaya yang dikenakan kepada wisatawan telah sesuai dengan ketentuan tarif saat musim libur Lebaran.
Untuk dua orang pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor, total biaya yang dibayarkan senilai Rp45.000.
“Rinciannya, tiket masuk Rp20.000 per orang saat peak season, sehingga total Rp40.000, ditambah biaya parkir Rp5.000,” ujar Iendra saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).
Selain itu, Iendra menjelaskan isu pungli muncul karena adanya perbedaan antara nominal tiket yang diterima wisatawan dengan tarif yang dibayarkan. Pengunjung menerima tiket dengan nominal Rp15.000, sementara tarif resmi saat itu Rp20.000.
Baca Juga
- Okupansi Kereta Api Tembus Lebih dari 120% pada Arus Balik Lebaran 2026
- Konektivitas Internet di Stasiun dan Pelabuhan pada Lebaran 2026 Terjaga
- Pengunjung Destinasi Wisata Padang Melonjak Selama Lebaran 2026, Pantai Air Manis jadi Favorit
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan stok tiket dengan tarif terbaru. Petugas kemudian menggunakan tiket lama bernilai Rp15.000 sebagai pengganti sementara, agar wisatawan tetap memiliki bukti pembayaran.
Iendra mengakui adanya kekurangan dalam pelayanan. Petugas loket tidak memberikan penjelasan kepada wisatawan terkait penggunaan tiket lama tersebut, sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang kemudian viral di media sosial.
“Terjadi kendala teknis pada ketersediaan karcis, namun yang kurang tepat adalah petugas tidak menjelaskan hal tersebut kepada wisatawan,” katanya.
Terkait pengelolaan objek wisata, Iendra menyebutkan bahwa pengelolaan telah diserahkan kepada aparat desa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kekurangan.
Ia pun meminta pengelola segera melakukan pembenahan, mulai dari memastikan ketersediaan tiket sesuai tarif hingga meningkatkan komunikasi kepada wisatawan.
Menurutnya, perbaikan ini penting untuk menjaga kenyamanan dan kepercayaan pengunjung, terutama pada periode libur panjang seperti Lebaran.
“Ketidaksiapan karcis sesuai standar serta kurangnya informasi kepada wisatawan harus segera diperbaiki,” pungkasnya.





