Cerita Kampung Nelayan Bendar: Dari Sungai Silugonggo Pati ke Laut Makassar

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Deretan perahu berjejer di area Sungai Silugonggo, Desa Bendar. Perahu itu milik nelayan setempat yang sengaja diparkir di aliran sungai.

Desa Bendar di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memang dikenal sebagai Kampung Nelayan. Mayoritas penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan yang bergantung dari laut.

Kepala Desa Bendar, Sutopo menyampaikan, sebutan Kampung Nelayan disematkan olehnya pada 2014 silam. Penamaan Kampung Nelayan tak lepas dari mayoritas warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan.

"Jumlah penduduk Desa Bendar ada tiga ribuan jiwa. Sebanyak dua ribu jiwa di antaranya berprofesi sebagai nelayan," katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3).

Pria yang menjabat kepada desa elama dua periode itu menambahkan, istri dari nelayan di Desa Bendar juga bekerja tak jauh dari hasil laut. Mereka bekerja sebagai penjual ikan di TPI Juwana Unit I, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Selain itu, ada juga yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

"Di Desa Bendar ini ada 15 RT dan 5 RW. Masyarakat setempat sebagian besar bekerja sebagai nelayan," sambungnya.

Lebih lanjut, nelayan setempat mencari berbagai ikan di laut. Hasil tangkapannya di antaranya udang, cumi-cumi, ikan pindang, ikan bandeng, dan lainnya.

"Ikan yang ditangkap bervariasi bergantung ukuran perahu. Kalau perahu yang besar-besar, mereka menangkap ikan sampai ke Makassar. Kalau yang perahu kecil mereka mencari ikannya di sekitar sini," terangnya.

Ia menyebut ada seribuan perahu yang dimiliki nelayan di Desa Bendar. Ukurannya bervariasi dari mulai ukuran kecil hingga besar. Berbicara soal penghasilan, menurutnya lumayan untuk menghidupi keluarga.

"Alhamdulillah penghasilan para nelayan tercukupi," jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai identitas Kampung Nelayan, pihaknya juga mendirikan gapura dengan ikon perahu. Keberadaan gapura itu sebagai identitas Kampung Nelayan. Sehingga masyarakat dari luar Kabupaten Pati bisa mengetahui.

"Saya dirikan gapura bertuliskan Kampung Nelayan supaya masyarakat sekitar tahu kalau di sini ada Kampung Nelayan," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Mulia Bantu Masyarakat Kurang Mampu
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Ricuh saat Konfrontasi Kasus TPKS, 3 Pelaku Penganiayaan Dibekuk Jatanras PMJ
• 3 jam laludisway.id
thumb
Bukan Sekadar Penertiban: Sisi Lain Satpol PP Bandung yang Hangat Melayani
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Akan Bertemu PM Sanae Takaichi dan Pengusaha Besar Jepang Besok
• 20 jam laludetik.com
thumb
Gol Penalti Belgia Bungkam Dominasi Timnas Indonesia
• 18 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.