JAKARTA, KOMPAS.com- Inisiator penggambaran zebra cross di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Ijoel, menyebut aksi menggambar ulang penyeberangan jalan arah Pasar Minggu itu merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah.
Ia menilai pemerintah tak kunjung mengecat ulang zebra cross yang telah hilang sejak 2025.
Baca juga: Seniman Turun Tangan Gambar Zebra Cross Tebet yang Tak Kunjung Dicat Ulang, Pac-Man Muncul
Sebelumnya, Ijoel dan beberapa seniman grafiti menggambar ulang zebra cross tersebut menggunakan cat semprot karena warga kesulitan menyeberang.
Selain mempertahankan warna hitam-putih khas penyeberangan jalan, zebra cross itu juga dihiasi warna-warni dengan karakter gim Pac-Man.
Baca juga: Festival Balon Udara di Tulungagung Sukses Digelar, Tradisi Balon Udara Liar Mulai Hilang
“Kita kalau warga pakai piloks putih kayaknya biasa aja. Jadi ini lebih ke nyolek ke pemerintah aja. Kayak kita aja bisa, masa pemerintah enggak,” ungkap Ijoel saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2026).
Aksi kritik seperti ini bukan kali pertama dilakukan Ijoel.
Ia kerap menggunakan cat semprot putih untuk menandai jalan rusak dan berlubang.
Khusus untuk zebra cross di Tebet, menurut Ijoel, tampilannya akan lebih menarik jika diberi sentuhan seni.
Ia pun mengundang pegiat seni untuk berkolaborasi.
Dalam aksi ini, Ijoel membawa cat semprot putih, sementara pegiat seni bernama Kemas menggunakan cat semprot warna-warni.
Ijoel menegaskan, meski diberi sentuhan seni, fungsi zebra cross tetap menjadi pertimbangan utama. Karena itu, ilustrasi tidak dibuat terlalu mencolok.
“Makanya kami gambar zebra cross 70 persen lebih kelihatan. Kalau lebih kecil, nilai fungsi zebra cross nya hilang,” jelas Ijoel.
Sementara itu, Kemas mengatakan cat yang digunakan diperkirakan hanya bertahan sekitar satu bulan.
“Karena cat ini diperuntukkan untuk tembok atau motor, enggak bisa di jalanan apalagi nggak pake coating. Kalau dibandingkan sama dari pemerintah, itu bukan cat biasa, tapi campuran dengan karet terus dibakar,” jelas Kemas.