Terkini, Makassar — Layanan transportasi umum Trans Sulsel resmi akan menerapkan tarif perjalanan mulai 1 April 2026. Penumpang akan dikenakan tarif Rp4.600 per orang untuk sekali perjalanan pada seluruh rute koridor yang beroperasi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari peningkatan layanan transportasi massal sekaligus mendukung operasional transportasi publik yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo menjelaskan bahwa penerapan tarif dilakukan sebagai bentuk penyesuaian layanan dan peningkatan kualitas operasional Trans Sulsel.
“Mulai 1 April 2026, layanan Trans Sulsel resmi berbayar sebesar Rp4.600 per orang per perjalanan dan pembayaran dilakukan secara non tunai menggunakan kartu elektronik atau QRIS,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pembayaran non tunai akan membuat layanan transportasi menjadi lebih cepat, praktis, dan modern.
Pembayaran Wajib Non TunaiSistem pembayaran pada bus Trans Sulsel kini sepenuhnya menggunakan metode cashless atau non tunai. Penumpang tidak lagi dapat membayar menggunakan uang tunai di dalam bus.
Metode pembayaran yang dapat digunakan antara lain: e-Money, Flazz, Brizzi, TapCash, dan QRIS melalui aplikasi pembayaran.
“Penerapan pembayaran digital ini bertujuan untuk mempercepat proses transaksi, mengurangi antrean penumpang, serta mendukung digitalisasi transportasi publik di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.
Berlaku di Tiga Koridor UtamaTarif Rp4.600 ini berlaku pada beberapa koridor utama Trans Sulsel yang menghubungkan wilayah Makassar, Maros, dan Gowa, yaitu:
* Koridor 1: Panakkukang Square – Pelabuhan Galesong * Koridor 2: Kampus Unhas Tamalanrea – Stasiun KA Mandai (via Bandara) * Koridor 5: Kampus Unhas Tamalanrea – Kampus Unhas Teknik GowaKoridor tersebut merupakan jalur yang banyak digunakan oleh mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum setiap hari.
Menuju Transportasi Massal ModernPenerapan tarif ini menandai bahwa Trans Sulsel mulai bertransformasi dari layanan subsidi menjadi sistem transportasi massal yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Dengan tarif yang masih relatif terjangkau, Trans Sulsel diperkirakan tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, terutama bagi mahasiswa dan pekerja yang beraktivitas di wilayah Mamminasata.
Transportasi publik yang nyaman, aman, dan terintegrasi menjadi kebutuhan kota besar, dan Trans Sulsel kini perlahan berkembang menjadi salah satu tulang punggung transportasi massal di Sulawesi Selatan.




