Kapusdatin Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyampaikan permohonan maaf atas hilangnya fasilitas zebra cross di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan.
Terputus zebra cross di kawasan itu membuat sejumlah warga berinisatif untuk menggambarnya agar memudahkan pejalan kaki menyeberang. Uniknya, garis-garis putih itu dihiasi berbagai gambar, salah satunya karakter Pac-Man.
"Sehubungan dengan belum tersedianya fasilitas zebra cross di lokasi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat," ujar Wenny dalam keterangannya, Minggu (29/3).
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena adanya kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan trotoar pada akhir tahun 2025, yang menyebabkan marka zebra cross eksisting tertutup oleh lapisan aspal baru.
“Pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan, karena material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal," jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi kepedulian warga yang ikut mengecat zebra cross di jalan tersebut.
“Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kepedulian dan inisiatif masyarakat yang telah melakukan pengecatan jalan yang difungsikan sebagai zebra cross di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan,” ujar Wenny.
Namun, zebra cross yang digambar warga tersebut akan dibongkar. Ia menyebut, pembuatan marka jalan harus mengacu peraturan.
“Pembuatan marka jalan, termasuk zebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku,” tutur Wenny.
"Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," sambung dia.
Bina Marga telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan tahun 2026, termasuk pembangunan kembali fasilitas zebra cross.
"Pelaksanaan pekerjaan direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat dengan menggunakan material marka jalan sesuai standar teknis yang berlaku," kata Wenny.
Adapun pantauan kumparan di lokasi pada pukul 15.15 WIB Minggu (29/3), zebra cross itu berada tepat di depan GPIB Bukit Moria. Catnya masih utuh. Bentuk zebra cross itu begitu kontras dengan zebra cross di seberangnya yang memang dibuat oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Terlihat beberapa warga memanfaatkan zebra cross itu untuk menyeberang.
Kamila (18), siswi SMK yang sedang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu hotel sekitar lokasi, mengatakan sudah lama zebra cross di jalan tersebut hilang. Kamila mengaku sudah lima bulan PKL di hotel sekitar lokasi.
“Gak ada zebra cross juga dari awal kan. Kalau sudah PKL tuh cuma di sana doang kan zebra cross-nya,” ujar Kamila. Dengan keberadaan zebra cross ini, Kamila merasa terbantu untuk menyeberang.





