Gus Salam: PBB Harus Segera Akhiri Perang Zionis Israel-AS dengan Iran

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur (Jatim), KH Abdussalam Shohib menyerukan perang zionis Israel-AS dengan Iran diakhiri demi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

"PBB harus segera mengakhiri perang zionis Israel-Amerika Serikat dengan Iran demi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Karena, tidak ada keuntungan yang didapat dari keangkuhan kecuali kehancuran," kata pria yang akrab disapa Gus Salam itu dalam keterangannya, Minggu, 29 Maret 2026.

Baca Juga :
Bitcoin Turun 3 Persen ke Level US$66.000, Sentimen Damai AS-Iran Memudar Tekan Pasar
Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz, Ketegangan Kawasan Mulai Mereda

Gus Salam menilai perang tersebut memiliki persaingan atau kompetisi atas berbagai motif. Hal serupa, kata dia, terjadi antara Rusia dengan Ukraina. 

Iran Serang Kilang Minyak Kuwait
Photo :
  • AP News

"Kepentingan untuk memenuhi hasrat (nafsu), terutama para pemimpinnya yang mendorong sikap dan tindakan untuk menguasai, mendominasi dan melemahkan yang lain dengan berbagai cara," kata dia.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim periode 2018-2023 itu mengatakan, sejarah panjang peradaban manusia telah membentuk karakter negara-bangsa. Mulai dari peradaban Persia, Yahudi, Romawi, Yunani, Mesir, Babilonia, Byzantium, Mongol hingga Nusantara.

Lompatan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan perubahan kompleks dalam struktur sosial telah mendasari kemajuan peradabannya.

Namun, lanjut Gus Salam, lompatan kemajuan itu kerap digunakan untuk ambisi menundukkan yang lain secara segregatif dalam kategori kawan dan lawan. 

"Berkawan atas ragam dasar-pertimbangan, mulai agama, ideologi, orientasi hingga kesamaan strategi dan kepentingan. Dan, menempatkan yang lain pada posisi pesaing (kompetitor) hingga menjadi lawan yang diwaspadai, dicurigai dan dilucuti kemampuannya," kata dia.

Di sisi lain, kata dia, dunia berkembang dengan normalitasnya dan bisa mengalami titik didih di sisi lain. Kontraksi sosial-politik selalu memicu ketidakseimbangan menuju benturan hingga berhadapan dalam perang. 

"Keangkuhan, keserakahan dan ambisi berkuasa yang melekat pada kepemimpinan kerap menjadi penyebab terjadi tragedi kemanusiaan. Dan bila itu terjadi, dunia dipaksa untuk mencari keseimbangan baru demi kelangsungan dan keteraturan," ucap Gus Salam.

Menurut Gus Salam, negara Iran diremehkan dan dianggap lemah karena embargo dan tekanan politik global selama 47 tahun. Namun faktanya, Iran tidak hanya bertahan tapi sumbu perlawanan dengan membangkitkan ideologi bangsa, ilmu pengetahuan dan teknologinya.

Baca Juga :
Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
Pemerintah Pastikan Persiapan Haji 2026 Lancar Meski Perang di Timur Tengah
Serangan AS-Israel Hancurkan 600 Sekolah hingga Tewaskan 1.000 Siswa dan Guru di Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger Mayat Dalam Freezer di Bekasi, 2 Terduga Pelaku Diringkus Jatanras PMJ
• 2 jam laludetik.com
thumb
Cuaca Panas di Kotim Dipengaruhi Siklon Tropis Narelle
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
"Drone" Iran Targetkan Pangkalan Udara, Israel Nyatakan Mampu Cegah Serangan
• 10 menit lalukompas.tv
thumb
Jadwal F1 GP Jepang 2026, Minggu 29 Maret: Siapa Bisa Runtuhkan Dominasi Duo Mercedes?
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sigap, Kapolres Cirebon Kota Dorong Bus Mogok Tengah Malam
• 8 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.