Dari Korea ke Dunia Muslim, Perjalanan Hidup Ayana Moon yang Menginspirasi

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Ayana Moon, atau yang memiliki nama lengkap Ayana Jihye Moon, merupakan sosok selebgram dan figur publik asal Korea Selatan yang dikenal luas setelah memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keputusannya tersebut menjadi titik balik dalam kehidupannya sekaligus membawa namanya semakin dikenal, terutama di kalangan masyarakat Muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Dengan latar belakang budaya yang berbeda, perjalanan hidup Ayana menjadi cerita yang menarik perhatian publik dan kerap menginspirasi banyak orang.

Perempuan yang lahir pada 28 Desember 1995 ini aktif membagikan kesehariannya melalui berbagai platform media sosial. Konten yang ia unggah tidak hanya seputar aktivitas pribadi, tetapi juga mencakup perjalanan spiritual, pengalaman sebagai seorang Muslim di negara minoritas, hingga aktivitasnya di dunia hiburan. Kehadirannya di media sosial dianggap membawa warna tersendiri karena ia mampu menggabungkan nilai-nilai religi dengan gaya hidup modern.

Ayana berasal dari keluarga Korea Selatan yang memiliki latar belakang cukup unik. Beberapa anggota keluarganya diketahui memiliki ketertarikan di bidang politik, bahkan kakeknya pernah terlibat dalam pekerjaan pemerintahan. Meski tumbuh dalam lingkungan seperti itu, Ayana justru menempuh jalan hidup yang berbeda. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Aydin Moon, yang kemudian juga mengikuti jejaknya menjadi seorang Muslim pada tahun 2019. Keputusan sang adik ini semakin memperkuat hubungan mereka dalam menjalani kehidupan baru sebagai bagian dari komunitas Muslim.

Sejak kecil, Ayana sudah dikenal memiliki penampilan yang cukup berbeda dibandingkan kebanyakan orang Korea. Ia memiliki mata yang besar dan ekspresif, yang disebut-sebut mirip dengan ayahnya. Hal ini membuat wajahnya terlihat lebih menonjol dan mudah dikenali. Di balik itu, masa kecilnya juga diwarnai pengalaman emosional, salah satunya ketika ibunya mengalami keguguran. Peristiwa tersebut menjadi kenangan yang membekas dan turut membentuk kepribadiannya hingga dewasa.

Perjalanan pendidikan Ayana juga cukup menarik. Ia sempat melanjutkan studi ke luar negeri dan memilih International Islamic University Malaysia sebagai tempat menimba ilmu pada tahun 2020 dengan jurusan komunikasi. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Selain untuk mengembangkan kemampuan akademik, Ayana juga ingin hidup di lingkungan yang lebih mendukung praktik keagamaannya sebagai seorang Muslim. Malaysia dianggap memberikan kemudahan dalam hal makanan halal, fasilitas ibadah, serta suasana sosial yang lebih ramah bagi umat Islam.

Dalam dunia profesional, Ayana Moon tidak hanya dikenal sebagai influencer, tetapi juga aktif sebagai model dan figur publik yang kerap terlibat dalam berbagai kampanye brand. Ia pernah menjadi wajah untuk sejumlah produk kecantikan, termasuk merek lokal Indonesia, yang menunjukkan bahwa popularitasnya tidak hanya terbatas di Korea Selatan. Sejak 2018, ia juga tampil dalam berbagai iklan produk, termasuk minuman, yang semakin memperluas jangkauan kariernya di industri hiburan.

Tidak hanya berhenti di dunia modeling dan media sosial, Ayana juga sempat mencoba peruntungan di bidang lain. Pada tahun 2019, ia terlibat dalam film Indonesia berjudul “99 Nama Cinta”, yang menjadi salah satu langkahnya dalam dunia akting. Selain itu, ia juga merilis buku berjudul “Ayana Journey to Islam” pada tahun 2020, yang berisi kisah perjalanan spiritualnya hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf. Buku tersebut mendapat perhatian luas karena mengangkat cerita yang personal, jujur, dan penuh refleksi.

Perjalanan Ayana menuju Islam bukanlah proses yang singkat. Ia mengaku sempat memiliki pandangan negatif terhadap Islam di masa lalu, terutama karena pengaruh isu Islamophobia yang marak di berbagai belahan dunia pada awal tahun 2000-an. Namun, rasa penasaran yang muncul dalam dirinya mendorong Ayana untuk mencari tahu lebih jauh. Ia mulai membaca berbagai literatur, mempelajari sejarah, serta memahami ajaran Islam secara lebih mendalam.

Seiring waktu, ketertarikannya semakin besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam pada tahun 2012. Dalam proses tersebut, ia mendapatkan dukungan dari salah satu anggota keluarganya, yaitu sang paman yang lebih dulu menjadi Muslim. Meski demikian, keputusannya tidak sepenuhnya diterima dengan mudah. Ayana sempat menghadapi penolakan dari keluarganya, bahkan ibunya pernah menyatakan keberatan yang cukup keras terhadap pilihannya.

Namun, Ayana tetap teguh pada keyakinannya. Ia berusaha menjelaskan dan meyakinkan keluarganya dengan cara yang baik, hingga akhirnya hubungan mereka perlahan membaik. Kini, hubungan keluarga tersebut kembali harmonis, menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi penghalang dalam menjaga ikatan keluarga.

Setelah menjadi seorang Muslim, Ayana juga memutuskan untuk mengenakan hijab sebagai bagian dari identitas barunya. Keputusan ini tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika ia masih berada di Korea Selatan. Ia pernah mengalami kesulitan karena tidak diperbolehkan mengenakan hijab di lingkungan sekolah. Selain itu, keterbatasan akses terhadap makanan halal juga menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan sehari-harinya.

Pengalaman tersebut justru semakin menguatkan tekad Ayana untuk mencari lingkungan yang lebih mendukung, yang kemudian membawanya ke Malaysia. Di sana, ia bisa menjalankan ibadah dengan lebih nyaman sekaligus melanjutkan pendidikannya. Kini, Ayana Moon dikenal sebagai salah satu influencer Muslim internasional yang aktif menyuarakan pengalaman hijrah, toleransi, serta kehidupan sebagai Muslim di era modern.

Melalui konten yang ia bagikan, Ayana tidak hanya menunjukkan sisi glamor sebagai figur publik, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya pemahaman, keteguhan hati, dan keberanian dalam mengambil keputusan hidup. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang sedang mencari jati diri atau menghadapi tantangan dalam perjalanan spiritual mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Angin Puting Beliung Hantam Ciamis, Puluhan Rumah Porak-poranda
• 1 jam laludetik.com
thumb
Peluang Agen Asuransi di Era Bonus Demografi Indonesia
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Hari Terakhir KRYD: ETLE Drone Presisi Pantau KM 29 Tol Japek, Tindak Sumbu 3
• 4 jam laludetik.com
thumb
Turis Domestik & Asing Antusias Kunjungi IKN saat Libur Lebaran, Ekonomi UMKM Bergeliat
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Iran Patok Tarif Rp33 Miliar untuk Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.