Jakarta: Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyatakan bantuan pangan beras dan minyak goreng yang saat ini sedang disalurkan Perum Bulog merupakan bentuk kehadiran negara membantu meringankan ekonomi masyarakat.
"Program ini diperlukan agar seluruh masyarakat berpenghasilan rendah sejumlah 33,2 juta (keluarga penerima manfaat) dapat merasakan salah satu kehadiran pemerintah," kata Ketut seperti dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.
Pemerintah melalui Bapanas memastikan pelaksanaan program stimulus ekonomi kuartal pertama tahun 2026, yakni bantuan pangan beras dan minyak goreng, terus berjalan hingga April.
Dia berharap Perum Bulog sebagai pengemban penugasan program pemerintah itu dapat terus memacu pendistribusian bantuan pangan kepada penerima di seluruh Indonesia.
Distribusi bantuan beras dan minyak goreng itu merupakan alokasi Februari-Maret 2026. Setiap bulan penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Penyaluran akan terus dimaksimalkan hingga April 2026, sehingga seluruh masyarakat penerima manfaat bisa mendapatkan bantuan stimulus ekonomi dari pemerintah tersebut.
"Tentu, karena persiapan dan lain sebagainya yang dilakukan Bulog, ini sedang berlangsung. Tapi, distribusinya akan dilakukan Maret ini sampai April. Ada perpanjangan (distribusi) dan kami di Bapanas sudah membuatkan perpanjangan itu," kata dia.
Baca juga: Penyaluran PKH Tahap 2 Dimulai April 2026, Simak Kategori dan Cara Cek Statusnya
(Ilustrasi bantuan minyak goreng. Foto: dok Metrotvnews.com)
Bantuan sudah disalurkan ke 382.529 penerima
Dalam laporan yang diterima Bapanas, lanjut Ketut, realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng per 25 Maret telah menyentuh hingga 382.529 penerima di 24 provinsi. Secara kuantitas, beras sebanyak 7,65 juta kilogram (kg) dan minyak goreng sebanyak 1,53 juta liter telah terdistribusikan ke masyarakat.
"Ini harus dikerjakan Bulog secepatnya di bulan April, sehingga dalam satu bulan ini, seluruh target yang disiapkan tadi, bisa didistribusikan bantuan pangan beras dan minyak goreng," tutur Ketut.
Program bantuan pangan beras dan minyak goreng membutuhkan total anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebesar Rp11,92 triliun. Bantuan itu untuk alokasi penyaluran kepada 33,2 juta jumlah penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meringankan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis salah satunya penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat," tegas Amran.




