Jakarta (ANTARA) - Legenda tim nasional Brasil Jose Roberto Gama, yang dikenal dengan Bebeto, mengunjungi pemusatan latihan timnas Brasil di Orlando, Amerika Serikat, untuk memberikan dukungan menjelang Piala Dunia 2026.
"Saya merasakan kebahagiaan setiap pemain di sini dan keinginan mereka untuk menang, lalu menciptakan sejarah," ujar Bebeto di sela kunjungannya, dikutip dari laman resmi Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), Minggu.
Pemain yang menjadi bagian skuad juara Piala Dunia 1994 itu mengaku senang bisa berbagi pengalaman dengan para pemain timnas Brasil. Bebeto pun mengapresiasi CBF yang mengundangnya dan beberapa legenda Brasil lain ke AS.
Baca juga: Barcelona dikabarkan tanpa Raphinha selama sebulan akibat cedera
Baca juga: Prancis amankan kemenangan 2-1 kontra Brasil
Menurut dia, skuad Brasil saat ini diisi para pemain potensial. Namun, dia mengingatkan, setiap pemain yang dipanggil memperkuat timnas Brasil harus memiliki komitmen penuh untuk tim.
Hasrat untuk mengincar satu tempat di skuad Piala Dunia 2026, Bebeto menegaskan, tidak boleh mengorbankan kepentingan kelompok.
"Mereka harus percaya, berlatih keras, saling membantu, dan memberikan segalanya dengan selalu memikirkan tim. Tidak ada yang bisa menang sendirian," tutur dia.
Di hadapan para pemain timnas Brasil, Bebeto juga menekankan bahwa Brasil merupakan timnas dengan tradisi juara yang kental. Tidak ada negara di dunia yang memiliki trofi Piala Dunia sebanyak Brasil (lima trofi).
Oleh karena itu, dia melanjutkan, gelar kampiun bukan sekadar prestasi bagi Brasil, tetapi lebih dari itu, sebuah warisan untuk masa depan.
"Menjadi juara dunia itu seperti mengukir kejayaan abadi. Saya sudah lama pensiun, tetapi ke mana pun saya pergi, selalu ada cinta dan penghargaan untuk saya dan rekan-rekan satu generasi. Kami merasa telah menuntaskan tugas kami. Sekarang saatnya gelar keenam itu datang. Kami berharap itu segera terjadi, dan saya rasa ini adalah momen yang tepat," kata Bebeto.
Pada kesempatan yang sama Bebeto juga memuji penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih timnas Brasil pada Mei 2025. Ancelotti merupakan juru taktik berpengalaman asal Italia yang sudah memenangkan puluhan trofi untuk klub-klub besar termasuk AC Milan, Chelsea, Juventus, Bayern Muenchen dan Real Madrid.
"Saya rasa, tidak perlu lagi mengomentari soal pelatih (Ancelotti-red). Dia bermental pemenang, salah satu pelatih terbaik sepanjang sejarah," tutur dia.
Bebeto, semasa aktif bermain, mempersembahkan tiga gelar mayor untuk timnas Brasil yakni Piala Dunia 1994, Copa America 1989 dan Piala Konfederasi FIFA 1997.
Dia juga masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketujuh sepanjang masa di timnas Brasil dengan torehan 40 gol dari 77 pertandingan.
Soal kunjungan legenda Brasil ke pusat latihan timnas Brasil di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026, kebijakan itu datang dari CBF. Selain Bebeto, CBF juga mengundang Rivaldo dan Edmilson yang menjadi bagian dari timnas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002.
Baca juga: Rivaldo sambangi timnas Brasil beri motivasi jelang Piala Dunia 2026
Baca juga: Mbappe ingin belajar banyak dari laga uji coba lawan Brasil
"Saya merasakan kebahagiaan setiap pemain di sini dan keinginan mereka untuk menang, lalu menciptakan sejarah," ujar Bebeto di sela kunjungannya, dikutip dari laman resmi Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), Minggu.
Pemain yang menjadi bagian skuad juara Piala Dunia 1994 itu mengaku senang bisa berbagi pengalaman dengan para pemain timnas Brasil. Bebeto pun mengapresiasi CBF yang mengundangnya dan beberapa legenda Brasil lain ke AS.
Baca juga: Barcelona dikabarkan tanpa Raphinha selama sebulan akibat cedera
Baca juga: Prancis amankan kemenangan 2-1 kontra Brasil
Menurut dia, skuad Brasil saat ini diisi para pemain potensial. Namun, dia mengingatkan, setiap pemain yang dipanggil memperkuat timnas Brasil harus memiliki komitmen penuh untuk tim.
Hasrat untuk mengincar satu tempat di skuad Piala Dunia 2026, Bebeto menegaskan, tidak boleh mengorbankan kepentingan kelompok.
"Mereka harus percaya, berlatih keras, saling membantu, dan memberikan segalanya dengan selalu memikirkan tim. Tidak ada yang bisa menang sendirian," tutur dia.
Di hadapan para pemain timnas Brasil, Bebeto juga menekankan bahwa Brasil merupakan timnas dengan tradisi juara yang kental. Tidak ada negara di dunia yang memiliki trofi Piala Dunia sebanyak Brasil (lima trofi).
Oleh karena itu, dia melanjutkan, gelar kampiun bukan sekadar prestasi bagi Brasil, tetapi lebih dari itu, sebuah warisan untuk masa depan.
"Menjadi juara dunia itu seperti mengukir kejayaan abadi. Saya sudah lama pensiun, tetapi ke mana pun saya pergi, selalu ada cinta dan penghargaan untuk saya dan rekan-rekan satu generasi. Kami merasa telah menuntaskan tugas kami. Sekarang saatnya gelar keenam itu datang. Kami berharap itu segera terjadi, dan saya rasa ini adalah momen yang tepat," kata Bebeto.
Pada kesempatan yang sama Bebeto juga memuji penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih timnas Brasil pada Mei 2025. Ancelotti merupakan juru taktik berpengalaman asal Italia yang sudah memenangkan puluhan trofi untuk klub-klub besar termasuk AC Milan, Chelsea, Juventus, Bayern Muenchen dan Real Madrid.
"Saya rasa, tidak perlu lagi mengomentari soal pelatih (Ancelotti-red). Dia bermental pemenang, salah satu pelatih terbaik sepanjang sejarah," tutur dia.
Bebeto, semasa aktif bermain, mempersembahkan tiga gelar mayor untuk timnas Brasil yakni Piala Dunia 1994, Copa America 1989 dan Piala Konfederasi FIFA 1997.
Dia juga masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketujuh sepanjang masa di timnas Brasil dengan torehan 40 gol dari 77 pertandingan.
Soal kunjungan legenda Brasil ke pusat latihan timnas Brasil di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026, kebijakan itu datang dari CBF. Selain Bebeto, CBF juga mengundang Rivaldo dan Edmilson yang menjadi bagian dari timnas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002.
Baca juga: Rivaldo sambangi timnas Brasil beri motivasi jelang Piala Dunia 2026
Baca juga: Mbappe ingin belajar banyak dari laga uji coba lawan Brasil





