Perang dan Krisis bikin Masyarakat Lari ke Dunia Mistik

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pusat Penelitian Opini Publik (VCIOM) melaporkan bahwa 81 persen masyarakat Rusia percaya adanya makhluk gaib. Sementara sebagian besar dari mereka pernah terlibat dalam beberapa bentuk praktik mistik selama hidupnya.

Survei yang melibatkan 1.600 orang dewasa dan diterbitkan pada Jumat, 27 Maret 2026 ini menemukan bahwa dua pertiga responden (66 persen) percaya pada orang suci atau kekuatan yang lebih tinggi yang melindungi orang-orang dalam bahaya atau dalam perang.

Baca Juga :
Gus Salam: PBB Harus Segera Akhiri Perang Zionis Israel-AS dengan Iran
Pemerintah Pastikan Persiapan Haji 2026 Lancar Meski Perang di Timur Tengah

Lebih dari setengahnya (57 persen) percaya pada roh atau dewa yang melindungi personel militer, 50 persen mengatakan mereka percaya pada 'Domovoy', roh penjaga rumah tangga, dan 48 persen percaya pada roh pelindung untuk anak-anak dan hewan. Hanya 22 persen yang percaya pada putri duyung dan nimfa.

Sebagai informasi, nimfa merupakan roh alam berbentuk gadis cantik dalam mitologi Yunani yang menghuni tempat seperti sungai (Naiad), pohon (Driad), atau gunung (Oread). Orang Rusia juga cenderung menerima berbagai praktik mistik dan magis, seperti dikutip dari situs Russia Today, Minggu, 29 Maret 2026.

Sebanyak 85 persen responden mengatakan mereka telah mencoba setidaknya satu kali, 59 persen telah mengunjungi mata air penyembuhan suci, 52 persen telah berkonsultasi dengan horoskop atau astrolog, 37 persen telah mencoba meramal, 36 persen telah beribadah di tempat-tempat suci, dan 25 persen telah mengenakan jimat yang terkait dengan roh atau kekuatan alam.

Kepercayaan pada entitas supernatural meningkat tajam seiring bertambahnya usia. Sebesar 93 persen dari mereka yang berusia 60 tahun ke atas menerima setidaknya satu makhluk supernatural, dibandingkan dengan 65 persen untuk mereka yang berusia 25-34 tahun.

Namun, keterlibatan dengan praktik magis secara umum tetap konsisten di berbagai generasi – berkisar antara 80-88 persen. Mengomentari hasil tersebut, Maria Grigorieva, seorang pakar senior di Departemen Penelitian Politik VCIOM, mengaitkannya dengan ketidakstabilan geopolitik yang sedang berlangsung dan ketidakpastian tentang masa depan.

“Takhayul adalah mekanisme psikologis universal – takhayul mengurangi stres akibat ketidakpastian, sumber utama kecemasan. Semakin sedikit kendali yang dimiliki orang atas hidup mereka, semakin kuat kepercayaan tersebut,” katanya.

Ia menambahkan jika tekanan geopolitik dan ekonomi Rusia saat ini meningkatkan kecemasan, memicu lonjakan mistisisme – dengan semakin banyak orang beralih ke peramal, horoskop, dan kepercayaan pada roh dan penjaga rumah. "Iman berfungsi sebagai perisai psikologis, terutama di tengah ancaman militer yang terus berlanjut," tegas Maria.

Baca Juga :
Bukan Trump, Wapres AS JD Vance Bakal Pimpin Negosiasi Akhiri Perang dengan Iran
Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Masih Jauh dari Krisis, Buktinya Jalanan Macet dan Warga Ramai Belanja
AS Ajukan Proposal untuk Akhiri Perang Iran, Israel Makin Khawatir

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Terakhir Libur Lebaran, 20 Ribu Tiket Whoosh Diprediksi Ludes Terjual
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Buah yang Bantu Turunkan Risiko Terkena Penyakit Ginjal
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tanjungpinang Siaga Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
John Herdman Kantongi Kekuatan Bulgaria, Siap Bantu Timnas Cetak Sejarah
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia jadi Negara Kuat dan Dorong Kemandirian Energi
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.