Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Korea Selatan Pertimbangkan Aturan Kendaraan untuk Swasta

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Korea Selatan membuka peluang memperketat kebijakan penghematan energi nasional seiring lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memperluas sistem rotasi kendaraan wajib lima hari ke sektor swasta jika harga minyak mentah menembus kisaran 20–130 dolar AS per barel.

Koo Yun-cheol Menteri Keuangan Korea Selatan menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus memantau dinamika pasar energi global secara intensif.

Dalam wawancara dengan Korean Broadcasting System, ia menyebut kenaikan harga minyak dapat memicu peningkatan status siaga krisis sumber daya nasional.

“Jika situasinya memburuk, kita mungkin harus menaikkan status siaga krisis sumber daya nasional ke Level 3,” ujar Koo.

“Dalam kondisi tersebut, kami akan memperluas sistem rotasi kendaraan ke sektor swasta dan meminta kerja sama masyarakat.”

BACA JUGA: Korea Selatan Berlakukan Pembatasan Kendaraan untuk Antisipasi Krisis Energi

Saat ini, pemerintah telah menetapkan status Level 2 dalam sistem peringatan krisis energi empat tingkat, naik dari posisi sebelumnya. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak mentah global akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan.

Dilansir dari Yonhap pada Minggu (29/3/2026), sebagai bagian dari langkah awal penghematan energi, pemerintah telah memberlakukan sistem rotasi kendaraan wajib lima hari untuk sektor publik. Sementara itu, sektor swasta diminta berpartisipasi secara sukarela dalam program tersebut.

Melalui skema ini, kendaraan hanya diizinkan beroperasi empat hari dalam satu pekan kerja, berdasarkan digit terakhir nomor pelat. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan di tengah tekanan harga energi.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah fiskal untuk meredam dampak kenaikan harga minyak.

Otoritas mengusulkan anggaran tambahan sebesar 25 triliun won atau sekitar 16,6 miliar dolar AS guna menopang usaha kecil dan menengah serta melindungi rumah tangga rentan. (saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Kargo Tiongkok Ditolak Melintasi Selat Hormuz, Analisis: Hubungan Tiongkok–Iran Tidak Stabil
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
GP Amerika Penuh Drama dan Crash, Marc Marquez Tetap Jadi Raja COTA
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
PSSI Dapat Dukungan Kemendikdasmen untuk Pembinaan Sepak Bola
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 3,5 Km
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Mengaplikasikan Hair Oil Tanpa Bikin Rambut Lepek
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.