Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria meninjau lahan pembangunan rumah susun di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Lahan seluas 1,4 hektare milik PT Angkasa Pura di Jalan Kramat Raya akan digunakan untuk proyek tersebut.
Pembangunan dirancang dengan dua skema pengembangan melalui sinergi antara BUMN dan pihak swasta.
Maruarar menyatakan, "Konsepnya, salah satu konsep yang akan dikembangkan adalah tanahnya tetap punya BUMN. Jadi nanti ada teman-teman swasta yang bantu bangun, kemudian setelah itu diserahkan kembali kepada BUMN. Ini salah satu pola ya supaya jadi sinergi yang luar biasa,".
Konsep pembangunan akan diputuskan bersama BP BUMN dalam waktu dekat.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan dukungan terhadap program penyediaan hunian masyarakat melalui optimalisasi aset BUMN.
Ia menyatakan, "Pada dasarnya bahwa kita tentu mendukung setiap program pemerintah khususnya yang disampaikan tadi oleh Pak Menteri Perumahan. Dan kita juga akan mengoptimalkan seluruh aset-aset daripada BUMN yang lebih bermanfaat tentu untuk masyarakat Indonesia,".
Pembangunan ditargetkan dimulai pada Mei melalui peletakan batu pertama.
Dony menyatakan, "Groundbreaking kita harapkan bulan Mei akan kita mulai karena kita butuh kecepatan untuk menyediakan rumah-rumah ini bagi saudara-saudara kita. Dan tentu nanti skemanya kita buat seefisien mungkin, secepat mungkin, dan tentu juga seaman mungkin buat saudara-saudara kita,".
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak bagi warga di bantaran rel.
Selain hunian, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas mandi cuci kakus.
Lokasi hunian baru direncanakan tidak jauh dari tempat tinggal warga sebelumnya.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan padat dan rawan.




