JAKARTA, DISWAY.ID — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan sesuai rencana.
Dengan waktu keberangkatan yang kian dekat, pengawasan operasional kini diperketat guna menjamin pelayanan yang aman, nyaman, dan bebas dari penyimpangan.
BACA JUGA:Alhamdulillah! Penyelenggaraan Haji 2026 Tetap On Schedule, Keberangkatan Perdana Mulai 22 April 2026
BACA JUGA:Mudik Bareng Xpander Ultimate: Ground Clearance Tinggi, Pede Melintas di Jalan Rusak
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa progres persiapan telah mencapai hampir 100 persen. Ia memastikan seluruh aspek krusial, mulai dari manasik, akomodasi, hingga dokumen perjalanan jemaah, berada dalam kondisi siap.
“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” ujar Irfan Yusuf, Minggu, 29 Maret 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi cerminan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas. Karena itu, Kemenhaj menaruh perhatian besar pada setiap detail proses, termasuk kesiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Manasik hingga Visa Hampir RampungKemenhaj mencatat, pelaksanaan manasik haji bagi jemaah Indonesia telah berjalan di berbagai daerah dengan intensitas tinggi. Materi pembekalan tidak hanya mencakup tata cara ibadah di Mekkah dan Madinah, tetapi juga kesiapan fisik, kesehatan, serta pemahaman mitigasi risiko selama perjalanan.
BACA JUGA:Viral Pria Pengidap HIV Sebar Selebaran Jasa Aktivitas Seksual di Pamulang
BACA JUGA:Hobi Perang, 7 Daftar Negara yang Diserang AS di Bawah Trump, Terbaru Iran dan Venezuela
"Selain itu, proses penerbitan visa jemaah juga menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah memastikan seluruh dokumen perjalanan diproses tepat waktu agar tidak menghambat jadwal keberangkatan," terangnya.
Di sisi lain, fasilitas akomodasi di Mekkah disebut telah disiapkan dengan standar yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Hotel-hotel yang disewa untuk jemaah Indonesia berada di lokasi strategis dengan akses transportasi yang memadai menuju Masjidil Haram, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah.
Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pengawasan menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh tahapan operasional berjalan optimal. Dengan sisa waktu sekitar 25 hari menjelang keberangkatan, seluruh lini diminta bekerja lebih disiplin dan terukur.
“Fastabiqul khairat harus menjadi semangat kita bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Seluruh persiapan harus dikawal dengan ketat agar tidak terjadi kegagalan dalam proses operasional,” tegas Dendi.
BACA JUGA:Kemlu: Iran akan Kasih Lampu Hijau Kapal Tanker Pertamina Lewat Selat Hormuz
- 1
- 2
- »





