Pengusaha Motor Listrik Semringah di Tengah Isu Kenaikan Harga BBM

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) optimistis pasar motor listrik nasional akan terdongkrak di tengah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan, lonjakan harga minyak dunia berpotensi mendorong konsumen beralih ke sepeda motor listrik sebagai upaya menekan biaya operasional kendaraan.

“Menurut saya, ini adalah suatu momentum emas bagi industri sepeda motor listrik. Karena di tengah kondisi perang dan keterbatasan pasokan minyak, motor listrik akan semakin dibutuhkan,” ujar Budi kepada Bisnis, Minggu (29/3/2026).

Konflik Iran dengan AS-Israel diketahui telah mendorong harga minyak Brent melampaui US$100 per barel. Situasi tersebut juga diikuti pelemahan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp16.900 serta meningkatnya biaya logistik global.

Budi menyebut sejumlah negara bahkan telah menghadapi kondisi darurat kelangkaan BBM, seperti Filipina, Australia, Kuba, hingga India. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bagi masyarakat Indonesia untuk mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.

"Artinya, masyarakat perlu menyadari bahwa BBM sudah semakin sulit di beberapa negara, mungkin suatu saat juga melanda Indonesia, meskipun saat ini belum terdampak. Keterbatasan BBM itu pastinya harus ada pengganti lain untuk mobilitas, yaitu sepeda motor listrik," jelasnya.

Baca Juga

  • Krisis BBM, Pemerintah Australia Gratiskan Transportasi Publik
  • Pengamat: Cadangan BBM Indonesia Memadai Tetapi Belum Ideal
  • Chery Siapkan Strategi saat Harga BBM Terancam Naik

Di sisi lain, Aismoli menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah mempercepat program konversi sepeda motor listrik. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik.

“Saya sudah bersurat juga ke Menteri ESDM bahwa Aismoli dengan 35 pabrik APM sepeda motor sudah siap menjadi mitra pemerintah untuk kebutuhan konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik,” jelasnya.

Asosiasi juga mendorong pemerintah untuk memberikan insentif guna mempercepat program konversi. Pasalnya, biaya konversi dari mesin bensin ke motor listrik dinilai masih relatif tinggi bagi masyarakat.

“Ya, kami harap juga pemerintah dapat memberikan bantuan. Karena biaya untuk konversi masih lumayan tinggi, sekitar Rp13 juta–Rp14 juta, dan kemudian baterainya juga mengharapkan ada baterai swap,” ujarnya.

Budi menyebut populasi sepeda motor listrik di Indonesia saat ini berada di kisaran 250.000 hingga 300.000 unit. Namun, laju pertumbuhan segmen tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan mobil listrik.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah edukasi kepada masyarakat terkait efisiensi biaya operasional motor listrik dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai juga dinilai penting agar konsumen semakin yakin beralih ke motor listrik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan, 4.330 Pemudik Kembali ke Jakarta
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Pameran boneka di St. Petersburg tampilkan karya ratusan perajin
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Biaya BBM Melonjak, Perusahaan Kapal Pesiar di AS Pangkas Proyeksi Laba Tahunan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
2 Pemasok Amunisi Ilegal ke KKB Ditangkap di Jayapura, Ada Penyedia Dana
• 11 jam laludetik.com
thumb
Diskon Tiket Kapal PELNI Serap 92,5 Persen Anggaran, Penumpang Tembus 431 Ribu
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.