Polri Siapkan Laboratorium Sosial Sains Bentuk Karakter Personel yang Unggul dan Adaptif

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Semarang, VIVA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat transformasi menuju institusi yang modern, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan dengan membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah.

Fasilitas ini menjadi sarana pembelajaran strategis untuk mengembangkan pola pikir (mindset), budaya kerja (culture set), serta cara bertindak (action set) personel Polri dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks dan menuntut respons cepat, tepat, serta humanis.

Baca Juga :
ETLE Drone Pantau Km 29 Tol Japek, Tindak Kendaraan Sumbu 3 yang Langgar Aturan
Kakorlantas: Masih Ada 22 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, kehadiran laboratorium ini merupakan langkah konkret Polri dalam merespons perubahan zaman yang dipengaruhi oleh revolusi digital, dinamika geopolitik global, serta transformasi sosial yang berkembang pesat.

“Perubahan itu kini berlangsung dengan kecepatan dan kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu, Polri harus mampu mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teruji melalui realitas sosial di lapangan,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 Maret 2026.

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian ini dirancang sebagai ruang integratif yang menjembatani antara teori dan praktik. Melalui pendekatan berbasis data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi faktual, laboratorium ini akan menjadi pusat pengujian berbagai model pemolisian guna menghasilkan kebijakan dan tindakan yang presisi.

Lebih lanjut, fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui pendekatan sosial yang adaptif, prediktif, dan berbasis bukti (evidence-based policing).

“Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang eksperimen, tetapi juga wahana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pengembangan keilmuan kepolisian, keberadaan laboratorium ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas serta pemuliaan profesi Polri.

Dengan memperkuat fondasi akademik dan riset, Polri berkomitmen menghadirkan praktik kepolisian yang semakin ilmiah, transparan, dan akuntabel.

Sejalan dengan itu, Polri juga mengembangkan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai ekosistem penguatan ilmu kepolisian nasional.

Hingga saat ini, capaian yang telah terbangun meliputi 15 perguruan tinggi dengan 30 Pusat Studi Kepolisian yang siap operasional dan telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) (menunggu peluncuran) dan 17 perguruan tinggi yang telah memiliki PKS kerja sama, sehingga secara keseluruhan terdapat 47 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perguruan tinggi nasional serta 30 Pusat Studi Kepolisian yang menjadi bagian dari jaringan pengembangan ilmu kepolisian nasional.

Baca Juga :
Sahroni Soroti Kinerja Korlantas Polri Tangani Arus Mudik 2026: Keren, Meski Ada Catatan
Korlantas Buka Opsi Berlakukan One Way Nasional Hadapi Arus Balik Lebaran Tahap 2
Sama-sama Mengemban Misi Intelijen, Ini Beda BAIS TNI dan Baintelkam Polri

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Zebra Cross "Pac-Man" Buatan Warga di Tebet, Jaksel
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Sederet Agenda Prabowo di Jepang, Bertemu Kaisar dan Perdana Menteri Takaichi
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Laga Persahabatan Kontra Timnas Jepang, Delapan Pemain Tinggalkan Skuad Timnas Inggris
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi: Mayat Pegawai Ayam Geprek Dalam Frezeer di Bekasi Tanpa Kaki dan Tangan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Soal TBA & Fuel Surcharge Pesawat, Kemenhub Tunggu Rilis Harga Avtur Pertamina
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.