Tips Mandikan Anak Tanpa Drama, Ibu-ibu Modern Harus Tahu!

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bagi banyak orang tua, waktu mandi sering kali identik dengan drama kecil di rumah. Anak menolak masuk kamar mandi, menangis saat disiram air, hingga berakhir dengan suasana yang melelahkan bagi orang tua.

Namun, seiring berkembangnya pendekatan dalam pola asuh modern, aktivitas mandi kini mulai dilihat sebagai momen penting yang bisa dimanfaatkan untuk stimulasi tumbuh kembang anak, bukan sekadar rutinitas kebersihan.

Baca Juga :
Data Kemenkes 2026: Ratusan Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Kecemasan
Resmi Berlaku Hari Ini, Anak di Bawah Usia 16 Tahun Dibatasi Gunakan Media Sosial

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah menjadikan waktu mandi sebagai bagian dari aktivitas bermain atau sensory play. Metode ini tidak hanya membuat anak lebih nyaman, tetapi juga membantu proses belajar melalui pengalaman langsung. Dengan strategi yang tepat, mandi bisa berubah menjadi kegiatan yang dinanti anak setiap hari.

Berikut ini beberapa tips mandikan anak tanpa drama yang bisa diterapkan oleh ibu-ibu muda:

1. Ubah Mandi Menjadi Aktivitas Bermain

Alih-alih memaksa anak untuk segera mandi, orang tua dapat mengajak anak bermain terlebih dahulu di kamar mandi. Aktivitas seperti bermain busa atau air dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan, sehingga anak tidak merasa tertekan.

2. Manfaatkan Media Sensory Play

Berbagai media seperti foam atau busa dapat memberikan pengalaman multi sensori yang bermanfaat bagi anak. Teksturnya yang lembut dan mudah dibentuk membuat anak tertarik untuk mengeksplorasi, sekaligus membantu mereka belajar melalui sentuhan, visual, dan gerakan.

3. Dukung Kreativitas dan Imajinasi Anak

Saat anak membentuk busa menjadi berbagai objek, mereka belajar bereksplorasi tanpa batas. Aktivitas ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan problem solving dan kreativitas sejak dini.

4. Latih Motorik Halus Sejak Dini

Gerakan sederhana seperti meremas, membentuk, dan memutar busa dapat membantu memperkuat otot tangan serta koordinasi anak. Hal ini penting untuk mendukung perkembangan kemampuan menulis dan aktivitas sehari-hari.

5. Ciptakan Efek Relaksasi Saat Mandi

Tekstur busa yang lembut dan “squishy” memberikan efek menenangkan. Hal ini membantu anak lebih rileks dan nyaman selama mandi, sehingga mengurangi potensi tantrum.

6. Bangun Interaksi dan Komunikasi

Momen mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai waktu berkualitas antara orang tua dan anak. Melalui permainan sederhana, anak belajar berinteraksi, berbagi, serta mengekspresikan diri.

Baca Juga :
Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan Mulai Besok, PSI: Demi Pertumbuhan Psikologis yang Sehat
Momen Haru Tsania Marwa: Diizinkan Masuk Rumah Atalarik Syach, Peluk Anak Setelah 9 Tahun
Roblox Kembali Jadi Sorotan: Dugaan Kasus Pelecehan Anak Kembali!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duel Portugal Kontra Meksiko Diwarnai Tragedi, Seorang Pria Meninggal Dunia di Stadion Pembukaan Piala Dunia 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Manuver Diplomatik Pakistan Jadi Mediator Utama Konflik Iran dengan AS-Israel
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Moto3 Amerika: Sempat Fastest Lap, Veda Ega Pratama Crash & Gagal Finis
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pengamat Sebut Indonesia Takut Tunjukkan Posisinya Terkait Serangan AS-Israel pada Iran
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan Cristiano Ronaldo Absen saat Portugal Hadapi Meksiko dalam Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.