Pemerintah pusat mempercepat investasi infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) melalui pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal sebagai bagian dari strategi penanganan darurat sampah nasional.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah daerah Serang Raya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah daerah Semarang Raya.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menjawab persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi alternatif.
“Pembangunan PSEL ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk menjawab permasalahan darurat sampah di berbagai daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan di Provinsi Banten, yakni di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan Cilowong, Kota Serang. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga tahun dengan kapasitas pengolahan mencapai sekitar 4.000 ton sampah per hari yang akan dikonversi menjadi energi listrik.
Baca Juga: Prabowo Minta Jajaran Menteri Percepat Program Sampah Jadi Energi Listrik
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Baca Juga: Ubah Sampah jadi Listrik, 24 Perusahaan Asing Berebut Proyek Danantara Senilai USD 600 Juta! Pemenang Siap Diumumkan
Danantara diketahui mendukung pendanaan proyek ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur berbasis energi ramah lingkungan. Skema pembiayaan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong investasi di sektor energi terbarukan sekaligus pengelolaan sampah.
Sementara itu, proyek PSEL di wilayah Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal menghasilkan sekitar 1.627 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 ton per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik.





