Dua Kapal Tanker LPG Tujuan India Berhasil Lintasi Selat Hormuz

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Dua kapal tanker berbendera India yang membawa liquefied petroleum gas (LPG), yaitu BW Elm dan BW Tyr, berhasil keluar dari Teluk Persia melewati Selat Hormuz.

Dua Kapal Tanker LPG Tujuan India Berhasil Lintasi Selat Hormuz. Foto: AP.

IDXChannel - Dua kapal tanker berbendera India yang membawa liquefied petroleum gas (LPG), yaitu BW Elm dan BW Tyr, berhasil keluar dari Teluk Persia melewati Selat Hormuz, menambah jumlah kapal yang berhasil melewati vital tersebut.

Perang AS-Israel versus Iran hampir sepenuhnya menghentikan aktivitas pelayaran melalui selat tersebut. Namun, Iran mengatakan pada pekan ini bahwa "kapal yang tidak dianggap bermusuhan" dapat melintas di perairan itu jika berkoordinasi dengan otoritas Iran.

Baca Juga:
Anwar Ibrahim Sebut Iran Izinkan Kapal Malaysia Lintasi Selat Hormuz

Melansir Reuters, Minggu (29/3/2026), India secara bertahap mulai mengeluarkan kargo LPG yang sebelumnya terjebak di sekitar selat tersebut. Sebelumnya, empat kapal tanker LPG telah dipindahkan, yakni Shivalik, Nanda Devi, Pine Gas, dan Jag Vasant.

"Hingga Jumat pekan ini, 20 kapal berbendera India, termasuk lima kapal pengangkut LPG, masih terjebak di kawasan Teluk," kata Rajesh Kumar Sinha, sekretaris khusus di kementerian pelayaran federal.

Baca Juga:
ESDM Perkuat Koordinasi agar Kapal Indonesia Bisa Melintas di Selat Hormuz

Data LSEG juga menunjukkan kapal LPG Jag Vikram, Green Asha, dan Green Sanvi masih berada di bagian barat Selat Hormuz.

Baca Juga:
Iran Beri Lampu Hijau Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz, Kemlu Jaga Koordinasi Demi Keamanan

Sebagai importir LPG terbesar kedua di dunia, India kini menghadapi krisis gas terburuk dalam beberapa dekade. Pemerintah bahkan mengurangi pasokan untuk sektor industri guna melindungi kebutuhan rumah tangga dari potensi kekurangan gas memasak.

Negara tersebut mengonsumsi sekitar 33,15 juta metrik ton LPG tahun lalu, dengan impor menyumbang sekitar 60 persen dari total permintaan. Sekitar 90 persen impor tersebut berasal dari Timur Tengah.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geliat Jakarta di Senin Pertama Usai Libur Lebaran
• 20 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Bidik 100 GW Energi Surya, Kejar Transformasi Ekonomi
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Hamzah Jalante: Dari Geografis hingga Ekonomi, Luwu Raya Layak Jadi Provinsi Baru
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo targetkan kebijakan B50 mulai diterapkan tahun ini
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia Harus Dorong PBB Investigasi Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
• 14 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.