Texas, VIVA –Kemenangan dalam sprint race MotoGP Amerika menjadi momen emosional bagi juara dunia 2024, Jorge Martín. Setelah menjalani musim 2025 yang gelap karena cedera, Martin akhirnya kembali ke puncak dengan cara dramatis, menyalip Francesco Bagnaia di lap terakhir.
Balapan sprint yang berlangsung sengit itu sempat dikuasai Bagnaia. Namun Martin menunjukkan mental juara dengan manuver berani di tikungan 12 pada lap terakhir untuk merebut kemenangan. Bagi Martin, kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin, tetapi juga penanda bahwa dirinya benar-benar telah kembali setelah periode sulit yang panjang akibat cedera.
Bagnaia, yang menjadi rival utama Martin dalam perebutan gelar dalam dua musim terakhir, mengakui bahwa kemenangan tersebut sangat pantas didapatkan oleh pembalap asal Spanyol itu. Ia bahkan menyebut bahwa semua orang sudah mengetahui seberapa kuat Martin sebagai pembalap.
"Saya pikir semua orang tahu Martin dan seberapa kuat dia. Saya tidak bisa menambahkan banyak hal lagi," kata Bagnaia setelah balapan dikutip Motorsport.
"Saya bertarung dengannya selama dua musim berturut-turut untuk kejuaraan. Dia menang pada 2024. Kami sama-sama membuat banyak kesalahan, tetapi dia tetap menang dan lebih konsisten dari saya," sambungnya.
Juara dunia dua kali, Francesco Bagnaia, menilai kemenangan tersebut memang layak didapatkan oleh Jorge Martin. Ia menilai Martin telah bekerja sangat keras sejak tes pramusim pertama di Thailand hingga awal musim, sehingga hasil kemenangan di sprint race MotoGP Amerika menjadi sesuatu yang pantas untuknya.
Bagnaia juga tidak mempermasalahkan manuver agresif Martin saat menyalip di lap terakhir. Menurutnya, dalam balapan, aksi salip-menyalip seperti itu merupakan hal yang wajar, dan Martin dinilai memang pantas meraih kemenangan tersebut.
Ucapan selamat juga disampaikan juara dunia 2021, Fabio Quartararo. Meski menjalani sprint race yang sulit bersama Yamaha, Quartararo mengaku ikut senang melihat Martin kembali meraih kemenangan setelah melewati berbagai cedera dan masa-masa sulit. Ia menilai kemenangan tersebut menjadi momen yang sangat spesial bagi Martin.
Quartararo kemudian bercanda bahwa ia tidak akan sebaik itu lagi kepada Martin di balapan berikutnya.





