Pantau - Pemerintah menyatakan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berjalan lebih tertata, lancar, dan berkeselamatan meski dihadapkan pada lonjakan mobilitas hingga 147,55 juta pergerakan masyarakat di seluruh Indonesia.
Strategi Besar Kelola Arus MudikKementerian Perhubungan mencatat potensi awal pergerakan mencapai 143,92 juta orang berdasarkan survei nasional yang melibatkan 55.000 responden dari berbagai wilayah.
Namun realisasi di lapangan melampaui proyeksi dengan total pergerakan mencapai 147,55 juta orang selama periode mudik dan arus balik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai aspek transportasi secara menyeluruh.
Ia mengungkapkan, "berbagai aspek telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari sarana hingga prasarana transportasi darat, laut, udara, dan penyeberangan."
Pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus seperti diskon tiket pesawat sebesar 17–18 persen, diskon kapal Pelni 30 persen, serta potongan tarif kereta api 30 persen untuk mendorong penggunaan transportasi umum.
Selain itu, program mudik gratis lintas moda dihadirkan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, guna mengurangi risiko kecelakaan.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengawasan DigitalPengaturan mobilitas diperkuat melalui kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan dalam dua fase guna mendistribusikan arus perjalanan masyarakat.
Rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah dan pengaturan di ruas tol dilakukan bersama Kepolisian Republik Indonesia untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Pemerintah juga membatasi operasional angkutan barang pada 13–29 Maret untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Dalam pengawasan, sistem digital diterapkan melalui pemantauan real time, penggunaan drone, serta dukungan 7.159 kamera pengawas yang terintegrasi dengan berbagai pihak.
Langkah ini diperkuat dengan data cuaca dari BMKG serta penyediaan buffer zone di kawasan pelabuhan seperti Merak dan Ciwandan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Pemerintah menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama momentum Lebaran.



