TABLOIDBINTANG.COM - Britney Spears menuduh mantan pengawal pribadinya, Thomas Bunbury, telah meretas perangkat elektronik pribadi serta akun iCloud miliknya, dan kini mengancam akan menempuh jalur hukum.
Dilansir TMZ, pengacara Spears telah mengirimkan surat peringatan kepada Bunbury. Dalam surat tersebut, ia diminta segera menghentikan akses ilegal ke akun sang penyanyi, menghapus seluruh data yang diperoleh, serta mengungkap apakah ada informasi yang sempat disebarluaskan.
Pihak pengacara juga menegaskan akan melaporkan kasus ini ke kepolisian dan mengajukan tuntutan pidana jika Bunbury tidak mematuhi permintaan tersebut. TMZ sendiri mengaku telah melihat langsung isi surat tersebut.
Bunbury sebelumnya dipecat oleh tim Spears pada Agustus 2025 setelah terbukti melanggar perjanjian kerahasiaan (NDA) dengan membocorkan informasi pribadi sang artis kepada penggemar dan media. Dugaan peretasan disebut terjadi setelah pemecatan tersebut, bahkan membuat Spears sempat terkunci dari akun-akunnya.
Hingga kini, Bunbury belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut meski telah dihubungi TMZ.
Spears, yang kini berusia 44 tahun, dikenal sebagai “Princess of Pop” berkat kesuksesannya di era 1990-an hingga awal 2000-an. Ia telah menjual lebih dari 100 juta rekaman di seluruh dunia lewat album-album hits seperti ...Baby One More Time dan Oops!... I Did It Again. Pada 2005, ia juga meraih penghargaan Grammy Awards untuk kategori Best Dance Recording lewat lagu “Toxic”.
Sebelumnya, pada awal Maret, Spears sempat diamankan karena diduga mengemudi di bawah pengaruh alkohol di California. Tak lama setelah insiden tersebut, akun Instagram miliknya sempat dinonaktifkan sebelum akhirnya kembali aktif dengan pengaturan privat.
Di balik sorotan publik, perjalanan hidup Spears juga diwarnai berbagai kontroversi, mulai dari isu kesehatan mental, dugaan penyalahgunaan zat, hingga konflik hukum dengan sang ayah, Jamie Spears, terkait konservatori, serta mantan suaminya, Kevin Federline, soal hak asuh anak.
Dalam buku memoar berjudul The Woman in Me yang rilis tahun 2023, Spears menyebut banyak pemberitaan media yang melebih-lebihkan kondisi dirinya. Ia juga mengungkap bahwa sebagian perilaku tak stabilnya dipengaruhi oleh obat resep yang tidak sepenuhnya ia setujui.




