Teken MoU di Jepang, Menhut Gandeng Gubernur Shizuoka Buat Konservasi Komodo

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JEPANG - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meneken nota kesepahaman atau MoU dengan Gubernur Shizuoka Suzuki Yasutomo terkait diplomasi hijau di Jepang, Sabtu (28/3) kemarin.

“Ini bagian dari green diplomasi atau diplomasi hijau," kata Raja Juli dalam keterangan persnya, Minggu (29/3).

BACA JUGA: Menhut Raja Juli: Masalah dari 1983 Diselesaikan di Era Prabowo

Eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu mengatakan MoU diteken untuk memperkuat kerja sama menjaga hutan serta memastikan kelestarian spesies ikonik Indonesia, yakni komodo. 

"Kami berharap bisa berbagi tanggung jawab, berbagi kerja sama untuk mengatasi masalah iklim bagaimana menjaga hutan kita lebih baik, konservasi dan juga kekayaan keanekaragaman hayari yang lebih baik,” lanjut Raja Juli. 

BACA JUGA: Menhut: Selamatkan Taman Nasional Harus Libatkan Masyarakat dan Swasta

Diketahui, Menhut berada di Jepang untuk mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto melakukan diplomasi di Negeri Sakura itu dan Korea Selatan.

Raja Juli menyebut MoU dengan Gubernur Suzuki membahas urusan breeding loan komodo.

BACA JUGA: Menhut Raja Juli Mengenang Kepergian Prof Birute Mary, Peneliti Orangutan Dunia

Nantinya mamalia itu akan ditempatkan di iZoo yang terletak di Kawazu, Prefektur Shizuoka.

Adapun, iZoo meruapakan kebun binatang reptil dan amfibia terkanal dan tercatat sebagai yang terbesar di Jepang. 

Menhut berharap keberadaan komodo dapat mempromosikan kenekaraganman hayati dan menarik minat masyarakat Jepang untuk melihat langsung spesies purba itu di Indonesia. 

"Kami harap para pengunjung di iZoo nanti bisa dapat melihat komodo di Pulau Komodo asli di Indonesia,” ujar Raja Juli. 

Sekjen PSI itu menuturkan Indonesia menjadi negara tropis terbesar di dunia yang memiliki hutan yang sangat luas.

Indonesia, kata Raja Juli, memiliki kekayaan biodiversity yang beragam dan bisa dilihat oleh wisatawan mancanegara. 

"Komodo itu salah satu binatang yang flagship yang ada di Indonesia, di antara banyak satwa-satwa lain di Indonesia sepeti gajah, harimau dan lain sebagainya,” kata Raja Juli. 

Dia juga berharap MoU ini membuat Indonesia bisa belajar dari Jepang untuk menjaga keseimbangan pembangunan industrialisasai dengan tetap menjaga alam.

"Saya sudah pernah ke Gunung Fuji beberapa tahun yang lalu, tetapi besok saya rencana akan kembali ke Gunung Fuji untuk belajar lebih detail tentang bagaimana pemerintah Shizuoka dan walo kota terkait mengelola Taman Nasional Gunung Fuji yang luar biasa,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Shizuoka Suzuki Yasutomo mengaku senang dan bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia.

Dia memastikan pihaknya akan berkontribusi untuk melestarikan komodo dengan pengembangbiakkan.

"Saya sangat berterimakasih dan sangat senang karena akan menerima komodo sebagai salah satu simbol persahabatan Indonesia dan Jepang, karena lomodo merupakan satwa liar yang terancam punah, kami sangat senang dapat berkontribusi untuk mengembangbiakkan komodo," kata Suzuki. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Reforestasi 2.557 Hektare Tesso Nilo Dimulai, Menhut: Era Prabowo Jadi Titik Balik


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Seko Akhirnya Diperbaiki April 2026, Anggaran Rp68 Miliar
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Aksi Menggetarkan Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026, Tas Sekolah Jadi Simbol Duka
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Pemudik Pilih Bus AKAP, Lebih Hemat dan Nyaman Saat Arus Balik Lebaran
• 21 jam lalupantau.com
thumb
14 Brigjen TNI Digeser pada Mutasi Maret 2026, Ada Dir C Bais TNI hingga Kasdam Jaya
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Padatnya LRT di Hari Pertama Kerja usai Libur Lebaran
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.